Tuesday, March 5, 2013

Toyota Indonesia Giring Keluarga Muda Naik Etios Valco



Toyota Indonesia mencoba menggiring keluarga muda di seluruh Indonesia untuk beralih ke subkompak segmen A, dengan meluncurkan Etios Valco, awal pekan ini. "Pasar Etios adalah keluarga muda dengan 1-2 anak, yang pengeluarannya mencapai sekitar Rp10 juta per bulan," komentar Joko Trisanyoto, Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM) di Jakarta, kemarin (6/2/2013).
Target utama Etios Valco, lanjutnya,  konsumen usia 30-40 tahun, tinggal di perkotaan dan butuh kendaraan kecil yang metropolis. Latar belakang lahirnya Etios juga karena adanya tren kenaikan permintaan pada mobil kompak dalam beberapa tahun terakhir. Pangsa pasarnya bahkan mencapai 11 persen dari total penjualan mobil di Indonesia tahun ini, ditambah segmen B dan C.
"Etios berada di antara Yaris dan Agya," tegas Joko. Posisinya yang berdekatan dengan Yaris, diakui akan memicu pengalihan konsumen. Tapi, secara total penjualan kami pasti naik. Valco dipastikan mulai diproduksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia di pabrik Karawang, Jawa Barat, tahun ini.
Khusus Indonesia
Chief Engineer Etios, Akio Nishimura menjelaskan, Etios didesain 2006 untuk pasar India dengan memposisikannya sebagai mobil pertama (first time car) di segmen mobil kompak. Menyasar target keluarga, maka ruang kabin penumpang di baris kedua direkayasa jadi lebih luas.
Nishimura memastikan spesifikasi Etios Valco berbeda dengan model yang dipasarkan di India, terutama menyangkut tingkat kenyamanan dan standar keselamatan lebih tinggi. "Airbag tidak hanya satu tapi dua, di sisi pengemudi dan penumpang," jelasnya. Valco, lanjutnya, juga sudah mengadopsi kelengkapan keselamatan yang mampu mengurangi dampak benturan keras terhadap manusia ketika terjadi tabrakan. Tak ketinggalan, jarak pijak Valco 170 mm, disesuaikan dengan kondisi jalan di Indonesia. (Kompas)

Nikon Coolpix A, Kamera Saku dengan Sensor DSLR


Selama ini kamera saku sulit menyamai kualitas tangkapan gambar kamera DSLR. Salah satu penyebabnya adalah perbedaan ukuran sensor di mana sensor DSLR yang secara fisik lebih besar mampu menghasilkan rentang tonal warna (dynamic range) yang lebih kaya, di samping memiliki performa low-light yang lebih baik.

Nah, belakangan muncul trend memperbersar ukuran sensor untuk meningkatkan kualitas foto kamera saku. Mungkin Anda masih ingat dengan RX1 dari Sony? Nikon sebagai salah satu pemain terbesar di industri ini pun tak mau ketinggalan. Pabrikan asal Jepang tersebut memperkenalkan Coolpix A, kamera saku dengan sensor APS-C ber-resolusi 16,2 megapixel.

Sensor APS-C yang biasa digunakan di kamera DSLR memiliki ukuran fisik 23 x 15 mm, jauh lebih besar dibandingkan sensor kamera saku yang biasanya hanya sebesar kuku jari kelingking. Karena itulah, Nikon berani mengklaim kualitas foto Coolpix A setara dengan kamera DSLR.


Bagian muka kamera ini pun ditambahi badge "DX" (istilah Nikon untuk ukuran sensor APS-C), menandai ukuran sensor yang tertanam di dalamnya.

Di depan sensor besar Coolpix A, Nikon menempatkan lensa fixed 18,5 mm (ekuivalen 28 mm, standar full-frame) dengan bukaan f/2.8. Lensa tersebut bisa dipasangi filter berdiameter 46 mm melalui adapter opsional.

Coolpix A memiliki rentang sensitivitas ISO 100 s.d. 25600. Tangkapan gambarnya bisa disimpan dalam format RAW 12 atau 14 bit. Ingin menangkap sekuens gerakan cepat? Coolpix A memiliki burst rate 4 frame per detik.


Kamera ini juga dilengkapi berbagai fitur ala DSLR lainnya, seperti hot-shoe yang kompatibel dengan i-TTL untuk digunakan bersama unit flash SpeedLight. Ada pula ring fokus manual dan exposure mode dial PSAM standar.

Tertarik? Bersiaplah merogoh kocek sebesar 1,100 dollar AS atau sekitar Rp 10,5 juta untuk membeli kamera Coolpix A saat sudah memasuki pasaran pada akhir bulan Maret nanti. Ada dua opsi warna yang bisa dipilih: hitam dan silver.

Untuk mereka yang berminat, turut tersedia aksesori viewfinder optik yang bisa dibeli seharga 450 dollar AS.
Selain Coolpix A, Nikon juga memperkenalkan tiga kamera compact lainnya, yaitu Coolpix P330, S3500 dan L320. (Kompas)

Monday, March 4, 2013

Pakai iOS, Apple iWatch Meluncur Akhir 2013


Jam tangan pintar buatan Apple hampir dipastikan bukanlah sekadar rumor. Kabar terbaru menyebutkan, Apple iWatch akan menggunakan sistem operasi iOS, sama dengan di iPhone dan iPad.

Apple menargetkan peluncuran jam tangan pintar pada akhir tahun 2013 ini. Saat ini, Apple disebutkan masih berkutat dengan masalah ketahanan baterainya.

Menurut sebuah sumber kepada situs teknologi TheVerge, setelah di-charge penuh, prototipe jam tangan pintar ini hanya mampu bertahan beberapa hari saja. Apple menginginkan iWatch dapat bertahan lebih lama, setidaknya 4 sampai 5 hari.

Pemilihan iOS sebagai sistem operasi jam yang akan dibuat menggunakan material kaca melengkung (curved glass) ini, bukan sistem operasi lain, dianggap sangat menarik.

Sebelumnya, Apple pernah menggunakan OS mobile yang mirip iOS di iPod nano generasi keenam, yang dirilis pada tahun 2010. Alasan penggunaan OS ini karena dianggap lebih ringan dan sederhana, meski memiliki beberapa limitasi jika dibanding iOS.

Jika kabar ini akurat, keputusan menggunakan iOS di iWatch akan menguntungkan Apple, developer, dan tentu saja penggunanya. Aplikasi-aplikasi iOS di iPhone dan iPad tak perlu dibangun ulang dari awal untuk dapat digunakan di iWatch.

Langkah Apple menunda peluncuran demi mempertajam keandalan daya tahan baterai iWatch pun dianggap sebuah langkah yang sangat tepat. Karena untuk sebuah gadget yang dipakai (di pergelangan tangan) keandalan baterai merupakan fitur utama. Sangat tak nyaman, sebuah jam tangan harus dilepas dan di-charge setiap beberapa jam dalam satu harinya.

TheVerge
 juga mengatakan, Apple memiliki pekerjaan besar yang harus dilakukan dalam hal membangun alur yang tepat untuk pemindahan informasi dan notifkasi antara iPhone dan iWatch. 

Apple tentu telah memikirkan segalanya dalam perancangan gadget kategori baru ini. Ini terlihat dari kabar soal adanya 100-an pekerja demi kesuksesan iWatch ini.

Dari sekitar 100 orang anggota tim, tidak semua karyawan berfokus dalam mengembangkan hardware dan software untuk produk tersebut. Ada juga karyawan yang ditunjuk untuk mendesain dan juga memikirkan strategi untuk memasarkan perangkat yang satu ini. (Kompas)

Toyota i-Road, Seefisien Motor Senyaman Mobil

detail berita

Sebuah Personal Mobility Vehicle (PMV) hasil kreasi Toyota yang diberi nama i-Road menjalani debutnya di Jenewa Motor Show 2013.
 
Unit ini adalah konsep terbaru dari Toyota selama lebih dari 40 tahun riset dan pengembangan pada kendaraan hemat energi. Kendaraan berdimensi kecil, ramah lingkungan, sekaligus mudah digunakan sehari-hari secara personal. Toyota i-Road adalah hasil terdekat dari tujuan menciptakan Eco Cars.
 
i-Road hadir dengan penggerak listrik, berwujud ringkasi dengan tiga buah ban. Pengemudi tidak perlu menurunkan salah satu kaki dalam menjaga keseimbangan. Baterai yang digunakan adalah lithium-ion untuk menggerakan 2KW mesin yang dipasangkan di roda depan. Pengisian baterai selama tiga jam, dengan daya jelajah mencapai 30 mil (48,2 km).
 
Berdimensi panjang 2.350mm, tinggi 1.445mm, dan jarak sumbu roda 1.700mm. Lebarnya hanya 850mm, tidak lebih besar dari sepeda motor biasa. Ini menjadikannya sangat mudah bermanuver di kota dan juga mencari lahan parkir.
 
Toyota i-Road dapat membawa dua orang penumpang, posisinya berada di bawah atap pelindung, layaknya sebuah kabin. Memungkinkan penumpangnya tidak memerlukan helm seperti menaiki sebuah motor.
 
Fungsinya pun lebih mirip sepeda motor karena irit bahan bakar, mudah untuk parkir, dan gampang dipakai berpergian. Namun Toyota i-Road memiliki kelebihan di tingkat kenyamanan. Kedua penumpangnya terlindung dari faktor cuaca. Fitur Active Clean secara otomatis akan mengatur titik keseimbangan dan akan memudahkan ketika bermanuver ataupun berkendara ketika hujan.
 
Toyota memprediksi i-Road akan berperan penting untuk mengurangi kemacetan dan polusi udara. Berbeda dengan transportasi massal, kendaraan ini dapat menjawab pertanyaan akan kebutuhan transportasi dengan jarak dalam perkotaan. (Okezone)

Amunisi Baru Ducati Indonesia di 2013



Ducati Indonesia sangat percaya diri mengarungi 2013. Sukses tahun lalu dengan menjual lebih dari 500 unit, ingin dilipatgandakan tahun ini. Sejumlah amunisi pun disiapkan sebagai modal awal, dan beberapa varian diyakini sangat cocok untuk orang Indonesia, sekaligus bakal menjadi pendongkrak penjualan.

"Kami berharap tahun ini bisa terjual 1.000-an unit. Itu plus minus ya. Jaringan juga kami tambah, dalam waktu dekat di Jakarta ada tiga cabang baru, Pondok Indah, Kelapa Gading, dan Kebayoran Baru. Menyusul Palembang dan Malang. Hingga akhir tahun akan ada 20 dealer Ducati di seluruh Indonesia,” ujar Agustus Sani Nugroho, Presiden Direktur PT Supermoto Indonesia, beberapa hari lalu.

Selain bertambah dekat dengan konsumen lewat diler, beberapa amunisi lain adalah model baru. Disebutkan Nugroho, setidaknya ada empat yang bakal menarik, yakni Ducati Monster 795 ABS, Hypermotard Strada, Hypermotard ST, Hyperstrada. Ada juga Diavel Strada dan Gran Turismo Multistrada. Dari semua model itu,  Ducati Monster 795 ABS  yang memiliki konfigurasi mesin dan desain sama dengan 795 standar, lebih dulu muncul pada 23 Maret ini. 
 
 "Ada varian yang berlabel strada, punya setelan ketinggian yang mudah dijangkau kaki. Misalnya jok lebih pendek empat cm, suspensi juga lebih pendek. Memang ada beberapa model yang disetel khusus untuk Asia,” terang Nugroho. (Kompas)