Showing posts with label Tecno. Show all posts
Showing posts with label Tecno. Show all posts

Tuesday, January 22, 2013

TV Terbesar di Dunia Masuk Pasar Indonesia

detail berita
Perusahaan elektronik asal Jepang, Sharp, hari ini Selasa (22/1/2013) secara resmi meluncurkan produk televise LCD seri terbarunya. Produk yang diberi nama Big Aquos 90 inci ini, merupakan LCD TV terbesar pertama di dunia.

Bertempat di Le Meridien Hotel, seri terbaru ini hadir sebagai pelengkap dari ukuran LCD TV milik Sharp yang terlebih dahulu hadir di pasar Indonesia. LCD TV ini nyatanya memang memiliki ukuran yang cukup besar, dan itu setara dengan sebuah single bed.

Menanggapi peluncuran produk terbarunya, Managing Director Sharp, Katsutoshi Teraoka menyatakan senang dan bangga karena Indonesia menjadi salah satu negara penting tujuan ekspor paling besar.

“Melihat begitu besarnya potensi Indonesia, kami menargetkan penjualan sebanyak 15 unit dengan harga satuan Rp199 juta/unitnya,” ujar Katsutoshi kepada wartawan di Jakarta.

Target pasar potensial produk ini diantaranya untuk perusahaan, tapi tidak menutup kemungkinan produk teranyar ini untuk kebutuhan rumah tangga mengingat fitur dari LCD TV 90 inci ini, diantaranya terdapat fasilitas koneksi internet, social media, USB, YouTube remote via smartphone dan lainnya. 

Dengan fokus target pada kalangan perusahaan, LCD TV ini mampu digunakan sebagai pengganti proyektor untuk presentasi. Perangkat ini akan memudahkan penyampaian presentasi, tanpa harus menggunakan ruangan yang gelap, Big Aquos juga akan dengan mudah terintegrasi dengan perangkat seperti smatphone, Tablet, maupun notebook.

Produk yang pertama kali diluncurkan di Amerika Serikat ini, akan memasuki pasar Indonesia mulai hari ini. (Okezone)

Monday, January 7, 2013

Asus Pamerkan Google TV di CES 2013


Menggunakan ajang Consumer Electronics Show (CES) 2013, Google akan memamerkan produk-produk televisi pintar besutannya, yaitu Google TV. Pada ajang yang akan digelar di Las Vegas, AS ini, akan dipajang beberapa produk Google TV dari berbagai vendor.

Google menyebutkan di blog resmi perusahaan, terdapat tiga pemain baru yang akan memamerkan televisi pintar tersebut. 

Vendor asal Taiwan Asus bersama-sama Hisense dan TCL, akan memperkenalkan produk perdana Google TV buatan mereka di CES 2013 yang akan digelar mulai Selasa (8/1/2012). Vendor muka lama, seperti LG, Vizio, dan Sony juga akan memamerkan Google TV buatannya.

Seperti diberitakan sebelumnya, LG telah membeberkan produk Google TV buatannya yang akan dipamerkan di ajang serupa. LG mempunyai dua model Google TV, GA7900 dan GA6400 yang mempunyai fitur 3D dan interface Google TV terbaru.

Google TV sendiri dibangun dengan platform berbasis open source, yakni Android dan ChromeOS sehingga televisi pintar ini dapat ditambah berbagai aplikasi dan layanan berbasis web lainnya. Di dalamnya sudah dilengkapi browser Chrome untuk mengakses website termasuk layanan pencarian untuk mencari video, channel TV, dan konten interaktif yang lain. (Kompas)

Sunday, October 28, 2012

Zenbook Prime, Ultrabook untuk Kerja dan Main

asus_ux32v_back



asus_ux32v_side2

asus_ux32v_unit

Tipis dan ringan, itulah dua kelebihan yang ditawarkan oleh ultrabook dibandingkan notebook biasa. Namun, seringkali dimensi fisik tersebut mengorbankan faktor lainnya seperti kinerja dan harga yang membumbung tinggi.

Nah, lewat Zenbook Prime UX32VD, Asus coba menawarkan produk  all-rounder yang bukan hanya memiliki lekuk tubuh langsing ala ultrabook, namun juga spesifikasi hardware yang relatif bertenaga sambil tetap mempertahankan harga yang bersahabat. Berhasilkah upaya Asus?

Desain

Layaknya ultrabook, Asus Zenbook UX32VD mangusung tampilan tipis dengan ketebalan maksimum 18mm. Tubuh ultrabook meruncing ke arah pinggir (tapered design), sementara jenis material yang digunakan adalah aluminium.

Adapun bobotnya relatif ringan, hanya sekitar 1,45 kg sehingga tidak terlalu membebani pengguna ketika dibawa di dalam tas.

Logo Asus tertera di bagian belakang layarnya yang terbuat dari polished aluminum. Warna perak menjadi tema utama ultrabook ini. Stiker logo pun berwarna putih dan abu-abu agar selaras.

Asus menempatkan seluruh port input/ output di sisi kanan dan kiri ultrabook ini. 

Deretan konektor di sisi kiri adalah: 
- 1x USB 3.0
- SD Card Reader

Sementara konektor di sisi kanan adalah:
- 2x SUB 3.0
- 1x HDMI
- 1x Mini-VGA
- Headphone-out jack (3,5mm, audio-in combo)
- Adaptor

Keyboard pada Asus Zenbook UX32VD menggunakan desain chiclet dengan tombol-tombol berwarna hitam. Rangkaian tombol dipisahkan oleh celah yang lumayan lebar.


Touchpad yang dipakai berukuran relatif besar untuk ukuran komputer jinjing, yaitu selebar 10.5 x 7cm. Seluruh permukaannya sensitif terhadap tekanan, jadi pengguna bisa menekan di area manapun  untuk memberikan input. Tombol klik kiri dan kanan dibedakan dengan sebuah pemisah di bagian bawah.

Tentu saja, touchpad ini pun mendukung input multi-gesture seperti two-finger scrolling.

Untuk memudahkan pengguna ketika mengetik dalam kondisi kurang cahaya, keyboard Asus Zenbook UX32VD dilengkapi fasilitas backlighting yang intensitasnya bisa diatur menggunakan tombol function.

Sayang, Asus Zenbook UX32VD tidak memiliki port ethernet dan VGA built-in. Padahal, kedua fitur ini adalah kelengkapan yang cukup vital, terutama untuk pengguna bisnis dan kantoran yang seringkali harus menyalurkan keluaran gambar ke perangkat display tambahan serta tersambung ke jaringan melalui kabel.

Sebagai gantinya, Asus menyediakan dongle VGA dan ethernet terpisah, lengkap dengan sebuah pouch mungil yang bisa dimanfaatkan untuk membawa kedua alat tersebut dalam perjalanan.

Uji Pemakaian
Asus Zenbook UX32VD dilengkapi dengan prosesor dual-core Intel Core i5-3317U berkecepatan 1,7 GHz, dipadu RAM DDR3 sebesar 4 GB.

Kombinasi ini udah lebih dari cukup untuk menangani berbagai macam skenario penggunaan, mulai dari sekedar menjalankan word processing, berselancar di internet, hingga photo editing.

Menjalankan aplikasi multimedia pun tak masalah. Film full-HD (1080p) dapat dimainkan dengan lancar. Akan tetapi, resolusi layar 1366x768 yang terbilang standar pada Asus Zenbook UX32VD sedikit mengurangi keasyikan saat bermultimedia. 

Kualitas display dari Asus Zenbook UX32VD pun relatif biasa saja. Tak ada rasio kontras super tinggi yang bisa membuat gambar tampil kinclong. Walaupun begitu, untuk penggunaan casual ataupun bekerja, tampilan layar ultrabook ini sudah memadai.

Layar unit sample Asus Zenbook UX32VD yang diterima KompasTekno menggunakan jenis permukaan matte sehingga meminimalisir pantulan dari lingkungan sekitar.
Sebagai informasi, Asus menjual varian lain dari Zenbook UX32VD yang memilkki layar IPS ber-resolusi 1920x1080. Kualitas tampilannya lebih tinggi, tetapi harganya lebih mahal pula.

Asus Zenbook UX32VD menggunakan media penyimpanan hard disk berkapasitas 500 GB yang dipercepat dengan SSD cache sebesar 24 GB. Kombinasi dua medium berbeda jenis tersebut membantu mempercepat waktu tunggu saat loading aplikasi.

Ultrabook ini pun menyediakan fasilitas Instant-on sehingga mampu menyala kembali dalam waktu 2 detik begitu "dibangunkan" dari mode sleep. 

Bagaimana ketika ultrabook ini dipakai mengetik? Tombol-tombol Asus Zenbook UX32VD terasa cukup empuk dan memberikan feedback yang cukup positif sehingga terasa nyaman untuk menulis. Sayangnya, touchpad UX32VD yang berukuran besar justru terasa mengganggu.

Walaupun responsif, seringkali touchpad yang lebar ini tersentuh secara tidak sengaja dan (dalam kebanyakan kasus, oleh ibu jari tangan kanan) sehingga memberikan input yang tidak dikehendaki. Karena ukuran fisiknya yang relatif besar itu, penempatan touchpad yang persis di tengah palmrest terkesan tidak optimal. 

Selain pemroses grafis Intel HD 4000 bawaan prosesor Core i5 yang tertanam di dalamnya, Asus Zenbook UX32VD dilengkapi dengan discrete graphics berupa Nvidia GeForce GT 620M. (Kompas)

Tergoda untuk menjajal kemampuan gaming ultrabook ini, KompasTekno menjalankan sebuah judul game dengan kebutuhan sistem sedang, yaitu Mass Effects 3.

Hasilnya, game mampu dijalankan dengan frame rate di atas 30 FPS dengan setting grafis maksimum di resolusi native layar (1366x768) , termasuk menyalakan fitur anti-aliasing. Akan tetapi hal tersebut hanua berlaku untuk scene indoor saja. Begitu tokoh utama game terlibat pertempuran di area outdoor, angka FPS langsung menurun jauh.



Kartu grafis GeForce GT 620M sendiri bukanlah tipe pemroses grafis yang ditujukan untuk bermain game kelas berat. Pengguna masih dapat memanfaatkan Asus Zenbook UX32VD untuk bermain judul-judul game yang tidak terlalu menuntut, tetapi beberapa kompromi perlu dilakukan agar game bisa berjalan mulus, seperti menurunkan resolusi dan detail grafis.

Sebagai tambahannya, dengan pemroses grafis Nvidia ini pengguna bisa memanfaatkan akselerasi GPU (CUDA) di sejumlah aplikasi, seperti pengolah foto Adobe Photoshop dan software video encoding. Akselerasi CUDA bisa mempercepat tugas-tugas yang berkaitan dengan video atau pengolahan gambar.

Dengan teknologi Optimus, pengoleh grafis GeForce GT 620M hanya akan diaktifkan ketika ultrabook menjalankan aplikasi yang perlu tenaga pemrosesan maksimal, seperti game. Di luar itu, seperti ketika mengetik dan browsing, grafis terintegrasi Intel HD 4000 akan mengambil alih sehingga menghemat baterai.

Soal ini, daya tahan baterai Asus Zenbook UX32VD termasuk standar untuk ukuran ultrabook sekelasnya, kalau bukan sedikit lebih rendah.
Ketika dipakai untuk browsing dengan WiFi, baterai ultrabook ini mampu bertahan selama lebih dari 4 jam. Saat dipaksa bekerja keras dengan game, angka tersebut turun di bawah kisaran 3 jam.

Kesimpulan
Dengan spesifikasi hardware dan tubuh langsing yang dimilikinya, Asus Zenbook UX32VD adalah perangkat mobile serba bisa yang mudah dibawa kemana-mana.
Ultrabook ini bisa dibilang mampu menangani hampir semua kebutuhan pengguna kasual, mulai dari menyelesaikan pekerjaan hingga menemani pemakainya bermain game.

Sedikit kekurangannya terletak pada ketiadaan port VGA dan Ethernet yang cukup penting. Sebenarnya kedua port ini memang tidak umum ditemukan pada ultrabook karena relatif memakan tempat. Inilah harga yang harus dibayar untuk mendapatkan tubuh langsing ultrabook.

Sebagai solusinya, Asus menyediakan dongle VGA dan Ethernet. Pengguna harus berhati-hati agar tidak kehilangan dua alat ini ketika membawanya di perjalanan.
Kekurangan lain terletak pada touchpad yang sedikit terlalu lebar sehingga seringkali tersentuh tanpa sengaja.

Di luar itu, ultrabook ini bisa diandalkan untuk menemani penggunanya saat mengerjakan tugas serius dan bermultimedia.

Saat ini Asus Zenbook UX32VD dijual dengan kisaran harga Rp 9 juta. Di Indonesia, Asus juga menyediakan Zenbook Prime UX32VD dengan prosesor Intel Core i7-3517U (dual core 1,9 Ghz) dan layar IPS ber-resolusi 1920x1080 dengan harga sekitar Rp 11,5 juta.

Asus Zenbook UX32VD
Kelebihan:
+ Discrete graphics NVIDIA GeForce GT 620M
+ Desain menarik dengan casing aluminium tipis dan backlit keyboard
+ Menyediakan adapter VGA dan ethernet

Kekurangan:
- Touchpad sedikit terlalu lebar
- Daya tahan baterai kurang memuaskan
- Kualitas layar biasa saja
Spesifikasi:
Prosesor: Intel Core i5-3317U (dual-core, 1,7 GHz)
Sistem Operasi: Windows 7 Home Premium
Memori: 4 GB DDR3
Layar: 13,3 inci, 1366x768
Grafis: Intel HD 4000, NVIDIA GeForce GT 620M
Storage: Harddisk 500 GB + 24 GB SSD cache
Konektivitas: WiFi 802.11 a/b/g/n, Bluetooth 4.0
Input/ output: 1x headphone-out, 3x USB 3.0, 1x HDMI, 1x Mini VGA (Display Port), 1x SD card reader
Dimensi fisik: 325 x 223 x 5.5-18 mm (PxLxT)
Bobot: 1,45 kg
(Kompas)

Tuesday, October 23, 2012

HP Luncurkan Ultrabook "Rp 22 Juta" Siap Banting


Di tengah serbuan model-model Ultrabook dari berbagai produsen, HP mengambil langkah untuk membedakan produknya dengan meluncurkan Ultrabook yang dirancang khusus untuk pebisnis, EliteBook Folio 9470m.

"Produk kami lolos 26 ujian sesuai standar militer Amerika Serikat, termasuk uji tahan panas hingga 48 derajat, dingin, dan drop test dari ketinggian 18 inci dalam berbagai sudut," ujar Managing Director HP Indonesia Subin Joseph dalam acara peluncuran di Jakarta, Rabu (23/10/2012).

IMG_0492
Dia sempat mendemonstrasikan ketangguhan EliteBook Folio 9470m dengan menjatuhkannya ke lantai panggung. Ultrabook ini terlihat masih berfungsi normal setelahnya.

Ketangguhan EliteBook Folio 9470m, menurut Joseph, tidak dimiliki oleh Ultrabook lainnya, termasuk dari jajaran HP sendiri. "Hal lain pad EliteBook 9470m yang juga tak umum dijumpai pada ultrabook adalah tersedianya port VGA, serta kemampuan untuk tersambung pada docking standar. Tak ada ultrabook lain yang punya kemampuan serupa," tandasnya.

IMG_0485
Di bagian dalam, ultrabook dengan bentang layar 14 inci ini dimotori oleh prosesor Intel Core-i Generasi Ketiga dipadu dengan RAM 4 GB. 

Dari luar, layaknya ultrabook, HP EliteBook Folio 9470m tampak tipis dengan ketebalan 19 mm dan berat 1.63 kg. "Tentu saja, produk ini pun memenuhi semua persyaratan Intel tentang ultrabook, termasuk dalam batasan dimensi dan bobot," ujar Joseph.

HP EliteBook Folio 9470m dijadwalkan mulai tersedia di Indonesia pada bulan Desember tahun ini. Banderol harganya 2,300 dollar AS atau sekitar Rp 22 juta.

Selain ultrabook bisnis ini, dalam kesempatan yang sama HP juga memperkenalkan produk lain berupa komputer klien untuk desktop virtual t410 Smart Zero Client, serta t510 dan t610 Thin Client. T610 Thin Client dilengkapi prosesor AMD  G-Series dengan integrated graphics yang diklaim mampu menangani pemrosesan gambar 3D. (Kompas)


Apple Rilis MacBook Pro 13 Inci dengan Layar Retina Display


Setelah merilis komputer jinjing MacBook Pro 15 inci dengan layar berteknologi Retina Display, kini Apple resmi memperkenalkan MacBook Pro 13 inci yang juga menggunakan Retina Display, Selasa (23/10/2012). Komputer ini tampil lebih tipis dan lebih ringan.

Dibandingkan generasi sebelumnya, MacBook Pro 13 inci Retina Display lebih tipis 20%. Untuk mengejar ketipisan, MacBook Pro 13 inci Retina Display tak lagi mengusung optical drive untuk membaca dan menulis kepingan CD.

Jika MacBook Pro 13 generasi sebelumnya (non-Retina Display) dibekali resolusi layar 1280 x 800pixel, maka MacBook Pro 13 inci Retina Display baru dibekali resolusi yang jauh lebih tinggi. Generasi baru ini punya resolusi 2.560 x 1.600 pixel, atau sama dengan resolusi layar MacBook Pro 15 inci Retina Display.

Teknologi Retina Display dari Apple ini membuat layar MacBook, iPad, dan iPhone terlihat lebihkinclong dibandingkan produk kompetitor. Terlebih, layar MacBook Pro 13 Retina Display punya kepadatan pixel sebesar 232 pixel per inci (ppi).

Selain itu, Apple juga memperbarui kamera depan yang kini beresolusi HD, mikrofon ganda, dan speaker stereo.
Untuk konektivitas, tersedia dua port Thunederbolt dan dua port USB 3.0. Tersedia pula portHDMI, pengisi daya baterai, jack audio 3,5mm, dan slot SD card.

Spesifikasi hardware


MacBook Pro 13 inci Retina Display tersedia dalam dua model, yang dibedakan berdasarkan spesifikasi perangkat keras (hardware).

Ada MacBook Pro 13 inci Retina Display yang menggunakan prosesor Intel Core i5 kecepatan 2,5GHz, RAM 8GB, dan media penyimpanan data Solid State Drive (SSD) 128GB. Model ini dihargai 1.699 dollar AS.

Model yang kedua dihargai 1.999 dollar AS. Model ini diperkuat dengan prosesor Intel Core i7 kecepatan 2,9GHz, RAM 8GB, dan SSD 256GB.

Kedua model di atas sama-sama menggunakan prosesor Intel Core i generasi ketiga, kode nama Ivy Bridge. Unit pemrosesan grafis MacBook Pro 13 inci Retina Display hanya ditopang oleh Intel HD Graphics 4000. Apple tidak memberi pilihan model yang menggunakan kartu grafis terpisah yang membuat kualitas grafis lebih bertenaga. (Kompas)

Monday, October 8, 2012

Main Angry Birds dengan Gerakan Tangan



Di era televisi pintar seperti sekarang, bahkan remote TV sudah dianggap ketinggalan zaman. Untuk mengendalikan program-program TV, pengguna bisa menggunakan gerakan tangan saja melalui sensor kamera. 

Fitur motion control ini diperkenalkan Samsung melalui salah satu produknya, Smart TV LED ES9000 75 inci, dalam pameran Internationale Funkaustellung 2012 (IFA) di Berlin, Jerman, beberapa waktu lalu.

Ada tiga jenis kendali program yang ditawarkan Samsung melalui televisi yang juga dilengkapi dengan web browser dan WiFi ini. Yang pertama adalah Smart Touch Remote Control, yang memiliki built-in microphone dan track pad untuk menavigasi dan mengontrol menu-menu pada TV. Yang kedua adalah Voice & Gesture Control yang memungkinkan pengguna memakai suara dan gerakan tangan untuk mengatur fungsi-fungsi TV.

Yang ketiga adalah fitur pengenalan wajah (Face Recognition) yang bisa digunakan untuk masuk ke aplikasi Smart Hub. Kamera yang terpasang pada panel TV ini akan mengenali wajah dan membuka pintu bagi Anda untuk mengakses profil, aplikasi favorit, buku alamat pada Skype, dan lain sebagainya.
Pada fitur Gesture Control, sebuah gerakan sederhana saja sudah bisa membuat Anda menonton film, dan apllikasi Smart Content lain yang tersedia melalui Samsung Smart Hub. Ketika remote TV tidak berada dalam jangkauan tangan, cukup kendalikan TV dengan gerakan menyapu untuk menavigasi, dan menggenggam untuk memilih program.
Salah satu aplikasi yang bisa diatur melalui kendali gerak ini adalah game Angry Birds. Inilah pertama kalinya Angry Birds dihadirkan pada Samsung Smart TV dengan kontrol gerak. Pengguna dapat menggunakan gerakan tangan untuk melemparkan ketapel pada si burung pemarah itu, atau mengaktifkan ketrampilan masing-masing burung.angry birds
Konsumen Smart TV di Indonesia sendiri sudah merasakan bagaimana bermain Angry Birds melalui kendali gerak dalam acara "Aksi Tangan ala Samsung Smart TV" yang diadakan di Atrium Laguna, Central Park, Jakarta, 5-7 Oktober 2012. Mungkin memang merupakan fitur yang inovatif, hanya saja memang jadi kurang praktis. Anda perlu mencobanya berkali-kali untuk "menguasai" fitur ini.
Lantas, apa lagi yang membuat ES9000 menjadi sebuah TV pintar?
Selain Smart Content, ES9000 juga didukung dengan aplikasi Smart Interaction, dan Smart Evolution yang menggunakan fungsi-fungsi motion control dan semua fitur yang membutuhkan akses internet pada lini Smart TV. Teknologi Smart Evolution ini dirancang agar kelak pengguna bisa meng-upgrade perangkat keras dan perangkat lunaknya agar tetap sesuai dengan teknologi terbaru pada TV-TV masa depan.
Smart Evolution Kit-nya memiliki prosesor bawaan yang dapat membantu mempercepat akses ke konten dan fitur-fitur Smart TV. Kecepatan pemrosesan Dual Core-nya juga memungkinkan Anda untuk menggunakan beberapa aplikasi sekaligus pada waktu bersamaan. Misalnya, menggunakan sebuah aplikasi sambil men-download aplikasi yang lain. Browsing internet pun tetap lebih cepat ketika memainkan sebuah aplikasi atau membuka program TV yang sudah dibuka melalui fitur Recent History.
Smart Interaction, yang di antaranya menyediakan tiga tipe kendali program seperti disebut di atas, juga memiliki aplikasi Smart View. Pada dasarnya aplikasi yang diberikan gratis ini mengubah perangkat pintar Anda menjadi remote WiFi, sehingga memungkinkan Anda untuk melakukan navigasi dan mengakses Smart Content dengan cepat dan mudah.
Built-in microphone yang tersedia pada Smart Touch Remote Control, gesture control, face recognition, dan aplikasi mobile Smart View memberikan cara alternatif untuk berinteraksi dengan TV. Anda bisa men-download Smart View Mobile App di beberapa ponsel Samsung dan Tabs untuk mengatur program-program di Smart TV ini.
Samsung juga menghadirkan Signature Services yang memberikan hiburan lebih dengan pilihan Family, Fitness and Kids. Inilah cara baru untuk terus terkoneksi dengan keluarga dan teman-teman. Aplikasi Family Story memberikan sarana untuk berbagi foto, membuat jadwal kegiatan, mengirim pesan, dan lain sebagainya. Kids mengombinasikan aplikasi untuk belajar, bermain, dan mengasah kreativitas melalui sticker books. Sementara dengan mengakses Fitness, pengguna tak perlu lagi menjadi member di gym karena aplikasi ini memberikan program latihan dan olahraga bersama instruktur, menetapkan jadwal latihan harian, dan memberikan catatan hasil latihannya.
"Bonus" lain pada ES9000 adalah kamera tersembunyi pada bagian atas panel yang secara otomatis akan mencuat dari atas TV ketika diperlukan. Kamera ini bisa digunakan untuk aplikasivideo calling seperti Skype. Untuk memberikan sensasi hiburan yang lebih memukau, ES9000 juga menyediakan empat pasang kacamata 3D. (Kompas)

Friday, August 31, 2012

HP Bikin Laptop Tablet Hybrid


Tren komputer bisa jadi akan bergeser ke perangkat laptop tablet hybrid yang menggunakan sistem operasi Windows 8. Setelah Sony dan Samsung, produsen komputer HP juga memperkenalkan laptop tablet hybrid Envy x2.

Envy x2 sejatinya merupakan perangkat tablet Windows 8, namun disertai dengan dock papan ketik (keyboard). Jika tablet dipasang pada dock keyboard tersebut, ia "berubah wujud" menjadi laptop.

Envy x2 diperkuat dengan prosesor Intel Atom kode nama Clover Trail, memori internal 64GB, kamera 8MP, serta slot MicroSD. Layarnya berukuran 11 inci dengan resolusi 1.366 x 768 pixel, menggunakan teknologi IPS. 

Tubuh tablet diselimuti materi alumunium, tebal 8,5mm dan berat 680 gram. 

Sedangkan dock keyboard berbobot 726 gram. Dock keyboard ini mencakup dua port USB, HDMIoutput dan slot penuh SD card. (Kompas)

Monday, July 16, 2012

Apple Kebut Pengapalan MacBook Pro Retina Display


Apple mempercepat pengapalan piranti MacBook Pro yang dibekali Retina Display. Percepatan pengapalan ini ditujukan bagi konsumen yang memesan secara online.
Dilansir dari PCWorld, Senin (16/7/2012), hal tersebut diketahui dari toko online Apple di Amerika Serikat, Brazil, Kanada, China, Perancis, Jerman, Jepang dan sejumlah negara lainnya.

Notebook beresolusi tinggi itu kini menunjukkan waktu jeda antara pemesanan dan pengapalan dua sampai tiga minggu. Adapun sebelum percepatan dilakukan, konsumen online dikabarkan harus menunggu tiga sampai empat minggu untuk bisa menjajalnya.

Perubahan status penundaan di toko online Apple diindikasikan merupakan dampak dari persediaan yang meningkat, permintaan menurun atau sebagai langkah untuk menyeimbangkan penawaran dan permintaan.

MacBook Pro dengan Retina Display diumumkan pada bulan lalu dan digadang-gadang oleh Apple sebagai komputer paling menawan yang pernah mereka buat. Para analis meyakini, perusahaan asal Cupertino tersebut akan membuat layar serupa di model MacBook Pro lainnya. (Detik)

WD Red, Hard Disk untuk Jaringan Rumahan


Western Digital memperkenalkan hard disk jenis baru bernama WD Red. Perangkat ini khusus dirancang untuk jaringan rumahan dan kantor kecil. 

Seperti disampaikan dalam keterangan tertulisnya, Western Digital merancang WD Red untuk sistem Network Attached Storage (NAS) yang selalu terhubung ke internet. 
Tersedia dalam kapasitas 1 TB, 2 TB dan 3 TB, WD Red menggunakan teknologi yang dijuluki NASware. Diharapkan ini bisa membantu mengurangi downtime bagi penggunanya. 

WD Red menjadi warna baru dari jajaran hard disk yang ditawarkan Western Digital. Saat ini, pilihan yang ada adalah: WD Green (ramah lingkungan), WD Blue (penggunaan sehari-hari), WD Black (performa tinggi) dan WD Red (penyimpanan jaringan). 

Menurut Melyssa Banda, senior director of product marketing WD, sebelum ada WD Red pengguna harus memilih antara hard drive kelas server atau hard drive kelas desktop biasa untuk dipasang pada NAS. 


Dengan adanya WD Red, lanjut Banda, segmen tengah tersebut bisa terlayani dengan baik. WD Red tersedia pada kisaran harga 125 dollar AS hingga 260 dollar AS, tergantung kapasitas. (Kompas)

Thursday, July 5, 2012

Apple Belum Tersaingi di Pertarungan Laptop Tipis 2012

detail berita
Banyak vendor notebook yang dengan agresif menginvestasikan sumber daya miliknya untuk mengembangkan notebook dengan body ultra tipis. Namun, menurut sebuah riset, vendor-vendor tersebut dikatakan belum berhasil berkompetisi dengan Apple.

Diwartakan Digitimes, Kamis (5/7/2012), riset tersebut ditunjukkan oleh analis senior di Digitimes Research, Joanne Chien. Menurutnya, MacBook Air dari Apple telah mencapai 50 persen dari jumlah total pengapalan notebook ultra tipis secara global. Hal itu dicapai pada kuartal kedua 2012.

Sementara itu, di kuartal keempat tahun ini, MacBook Air diperkirakan masih akan melebihi jumlah pengapalan ultrabook dan notebook ultra tipis dari berbagai vendor selain Apple. Bahkan, ketika jumlah pengapalan vendor-vendor lain itu ditotal.

Pada Juni lalu, pengapalan Toshiba dan Hewett-Packard (HP) hanya sedikit dan menyebabkan enam vendor global teratas hanya mengalami pertumbuhan 2 persen per bulan. Namun tiga teratas original design manufacturers (ODM) notebook, di sisi lain, diperkirakan tumbuh sekira 21 persen dalam pengapalan Juni.

Microsoft berencana merilis upgrade Windows 8 murah untuk meningkatkan permintaan notebook. Namun, proyek ini tampaknya belum berhasil dengan baik seperti yang diharapkan. Enam vendor notebook teratas di tingkat global diperkirakan hanya naik 1,3 persen pada kuartal dua, lebih rendah dari tahun lalu. (Okezone)

Friday, June 29, 2012

Kacamata Google Mulai Beredar pada 2014


detail berita
Kacamata Google yang menggunakan teknologi augmented reality (AR) akan bisa dicoba para pengembang pada awal tahun depan. Namun konsumen yang ingin mencobanya, masih mesti bersabar beberapa tahun lagi.

Diwartakan TechRadar, Jumat (29/6/2012), co-founder raksasa internet Google, Sergey Brin mengatakan, para pengembang akan bisa merasakan Explorer Edition dari kacamata ini. "Saya ingin mengeluarkan Explorer Edition ini awal tahun depan," ujarnya.

Setahun setelah para pengembang berkesempatan merasakannya, Brin berharap kacamata edisi konsumer sudah siap beredar. Jika semua berjalan sesuai dengan Jadwal, kacamata dari Project Glass ini akan mengantarkan AR ke pasar  pada 2014.

Presentasi Project Glass di konferensi Google I/O diisi dengan skydiver dan motor akrobatik yang memamerkan streaming penglihatannya melalui Project Glass dan Google+ Hangouts. Kacamata itu tetap kokoh bertengger di tempatnya dan streaming video tersebut tetap lancar.

Pada presentasinya, Brin menekankan bahwa kacamata  AR hanya berfungsi jika tidak menjadi gangguan. Produk yang dibuatnya pun memiliki bobot yang lebih ringan ketimbang kacamata hitam.
Pre-order untuk perangkat mutakhir ini dibanderol sekira USD1.500. Harga tersebut tampaknya meningkat karena masih tahap purwarupa dan pengembangan. (Okezone)

Wednesday, June 27, 2012

Ultrabook Belum Bisa Dijual di Bawah Rp 8 Juta


Meskipun Intel sedang gencar mempromosikan ultrabook generasi kedua, para produsen perangkat ini masih menemui kesulitan menekan harga di bawah angka 799 dollar AS atau sekitar Rp 7,4 juta seperti yang ditargetkan Intel untuk kuartal ketiga 2012.

Seperti dilansir oleh DigiTimes, kesulitan tersebut disebabkan oleh tingginya biaya produksi. 
Intel telah merekomendasikan solusi-solusi untuk menurunkan harga ultrabook dan optimis bahwa harga ultrabook generasi kedua akan bisa dikurangi.

Akan tetapi, ongkos/biaya yang dikeluarkan untuk komponen-komponen kunci ultrabook seperti  prosesor, solid-state drive, panel display, chassis, dan baterai belum menurun dan diperkirakan akan tetap berada pada tingkat harga yang sama pada pertengahan kedua 2012.

Berdasarkan harga komponen saat ini, harga ritel untuk ultrabook generasi kedua akan melebihi angka 859 dollar AS atau sekitar Rp 9 juta. Adapun model-model mainstream akan memiliki rentang harga antara Rp 9,3 juta hingga Rp 12 juta.

Peluncuran sistem operasi Windows 8 pada Oktober nanti diperkirakan akan menstimulasi permintaan ultrabook di perempat terakhir 2012, tetapi harga layar touchscreen yang tinggi akan turut menaikkan harga akhir dari Ultrabook dengan layar sentuh berbasis Windows 8.

Pada hari Selasa (26/6/2012) kemarin, Intel mengundang Hewlett-Packard (HP), Dell, Acer, Asustek Computer, Toshiba, Gigabyte Technology, Lenovo, Samsung Electronics dan Sony untuk mengumumkan rencana pemasaran gabungan dari ultrabook generasi kedua di Taiwan. Pada paruh kedua 2012, bakal ada 110 model ultrabook yang akan diluncurkan di seluruh dunia. (Kompas)

Thursday, June 21, 2012

HP Envy Spectre, Ultrabook Berbalut Kaca Antipecah


Produsen komputer Hewlett-Packard (HP) menambahkan jajaran komputer jinjing ultrabook-nya di Indonesia, dengan menghadirkan HP Envy Spectre pada Rabu (20/6/2012). Desain ultrabook ini terbilang unik, karena beberapa bagian tubuhnya terbuat dari kaca anti pecah.

HP coba hadirkan unsur gaya dan elegan pada Envy Spectre. Bagian layar dan bezel-nya terbuat dari kaca. Tak hanya itu, bagian punggung layar serta sandaran tangannya juga dilapisi kaca.

Tak perlu khawatir kaca-kaca yang melapisinya akan pecah, demikian diungkap Cynthia Defjan, Notebook Lead Personal Systems Group HP Indonesia. Karena menurutnya, kaca tersebut menggunakan teknologi anti pecah dan anti gores Gorilla Glass yang dibuat oleh Corning.

Envy Spectre memiliki layar seluas 14 inci WXGA LED beresolusi 1600x900 pixel. Dimensinya 32.7 x 2 x 22.1 cm, ketebalan 20mm dan berat 1,8kg.

Dapur pacunya diperkuat dengan RAM 4GB DDR3, Intel HD Graphics 3000, dan berjalan dengan sistem operasi Windows 7 Home Premium. HP mengklaim daya tahan baterai Envy Spectre bisa bertahan hingga 9 jam.

Envy Spectre hadir dalam dua pilihan harga, yang didasari atas perbedaan kapasitas media penyimpanan data jenis solid state drive (SSD) serta spesifikasi prosesor. 

Yang menggunakan Intel Core i5-2467M clock speed 1,6GHz dan SSD 128GB dihargai sekitar Rp 15.350.000. Sedangkan yang memakai prosesor Intel Core i7-3667U clock speed 2GHz dan SSD 256GB, berkisar Rp 19.200.000. 

Kedua tipe ini telah menggunakan prosesor Intel generasi ketiga Ivy Bridge.
Ultrabook ini menyediakan port USB 3.0 dan USB 2.0, Mini-Display, HDMI, LAN, dan jack audio 3,5mm. Sedangkan performa audionya, menggunakan teknologi Beats Audio yang menawarkan kualitas suara detail dan unsur bass lebih nendang. (Kompas)

Intel Umumkan Prosesor Super dengan 50 Core


Perusahaan produsen mikroprosesor Intel mengumumkan nama sebuah tipe prosesor bar, Xeon Phi, pada Senin (18/6/2012) lalu di International Supercomputing Conference, Jerman.
Chip yang ditujukan untuk High Performance Computing (HPC), Workstation, dan Data Center ini menggabungkan lebih dari 50 "otak" (inti/ core) dalam satu kemasan prosesor.

Prosesor ini bemula dari proyek "Larabee" dari Intel yang sedianya akan dipakai di konsol gamenext-gen, seperti PlayStation 4 tetapi dibatalkan pada 2009. Intel kemudian  mengalihkan proyek tersebut untuk pengembangan prosesor yang  ditujukan bagi segmen pasar superkomputer.

Xeon Phi dimaksudkan untuk menghadapi saingan dari vendor chip pemroses Grafis NVIDA dan AMD yang produk-produknya semakin sering digunakan di superkomputer. 

Menurut Intel, dibanding dengan chip pengolah grafis (GPU) dari AMD atau NVIDIA yang digunakan untuk pemrosesan paralel, Xeon Phi yang disebut sebagai "coprocessor" ini bisa lebih mudah diprogram untuk keperluan tersebut karena memakai arsitektur x86.

Intel Xeon Phi didesain untuk dipasangkan sebagai pendamping untuk prosesor Xeon lainnya yang bekerja sebagai prosesor utama. Bentuknya pun digambarkan tidak berupa prosesor untuk ditancapkan ke socket motherboard, melainkan expansion card dengan interface PCI-Express.

Xeon Phi menggunakan teknologi fabrikasi 22nm dan 3-D tri-gate transistors yang sama  dengan prosesor Core-i Generasi Ketiga (Ivy Bridge). Prosesor ini akan didampingi dengan RAM GDDR5 setidaknya sebesar 8 GB.

Prosesor super ini bakal membuat debut perdana lewat Stampede, sebuah cluster HPC Linux dengan daya komputasi sebesar 10 petaflop yang akan mulai beroperasi pada awal 2013. 
Stampede adalah proyek kerjasama Texas Advanced Computing Center (TACC) dengan University of Texas yang menggunakan prosesor Xeon E5 dan Xeon Phi.

Intel mengatakan bahwa 44 perusahaan sudah terdaftar sebagai calon pengguna Xeon Phi, termasuk Bull, Cray, Dell, HP, IBM, Inspur, SGI, dan NEC.

Peter Ungaro, chief executive pabrikan superkomputer Cray, mengatakan bahwa perusahaannya sedang merancang superkomputer yang memakai prosesor baru dari Intel ini. Menurutnya, Cray sudah memiliki beberapa pelanggan untuk produk baru tersebut. (Kompas)

Wednesday, June 6, 2012

Samsung Pamerkan Tablet Hybrid Windows 8


Para vendor mulai unjuk gigi membuat perangkat dengan sistem operasi Windows 8. Seperti Samsung yang baru saja memperkenalkan tablet Windows 8 di arena pameran teknologi Computex, Taiwan.

Pabrikan asal Korea Selatan itu menghadirkan Series 5 Hybrid PC, tablet Windows 8 berukuran 11 inch. Tablet ini mempunyai perangkat keyboard tambahan sehingga ketika disatukan bentuknya menjadi seperti laptop. Penyatuan kedua perangkat memakai sistem magnet.

Seperti dikutip dari Geek, Rabu (6/6/2012), wujud Series 5 Hybrid PC mirip dengan Galaxy Tab 2 10.1. Prosesornya memakai Intel Clover Trail dan baterai diklaim bisa bertahan sampai 9 jam.

Belum banyak detail spesifikasi yang diungkap Samsung mengenai tablet tersebut. Sedangkan waktu peluncurannya diperkirakan menjelang akhir tahun ini, bersamaan dengan rilis versi final Windows 8 oleh Microsoft.

Tablet Windows 8 disebut-sebut mampu menghadirkan perlawanan pada Apple iPad dan Android sehingga cukup banyak vendor besar berencana mengadopsinya. OS Windows 8 memang didesain untuk bekerja sama baiknya di perangkat PC maupun tablet. (Detik)

Transformer Book, Ultrabook yang Layarnya Bisa Dicopot


Jagoan Asus di Computex tak cuma Taichi, notebook yang memiliki dua layar. Satu lagi andalan sang vendor Taiwan adalah Transformer Book. Perangkat ini juga memiliki desain menarik, bahkan diklaim sebagai ultrabook convertible pertama di dunia.

Maksud convertibel di sini adalah memungkinkan pengguna secara instan beralih antara ultrabook dan tablet hanya dengan melepas layarnya. 

Transformer Book ditujukan bagi pengguna yang lebih memilih portabilitas dari komputer tablet multi-touch untuk hiburan, tetapi tetap menginginkan akses ke ultrabook tradisional berbasis Windows untuk memenuhi kebutuhan produktivitas.

Perangkat ini mengusung prosesor Intel Core i7 terbaru dengan grafis mandiri serta dengan penyimpanan SSD dan HDD, dual channel RAM DDR3 4GB, dan USB 3.0. 

Ia juga menggunakan teknologi Asus SonicMaster yang dikembangkan oleh tim Asus Golden Ear untuk menghadirkan suara jernih serta bass yang dalam dan kaya melalui speaker yang terintegrasi di dalamnya. 

Transformer Book juga menggunakan dual camera, sebuah kamera HD menghadap ke depan dan 5MP kamera belakang untuk memungkinkan pengambilan foto dan video chat.

Ultraportable yang sangat ringan ini tersedia dalam ukuran layar Full HD IPS 11, 13 atau 14 inch dengan kemampuan multi-touch. Layar ini bisa dilepaskan dari keyboard qwerty berukuran penuh untuk menjadi sebuah tablet portable. (Detik)

Asus Taichi: 1 Notebook, 2 Layar


Asus dikenal cukup banyak memproduksi komputer atau tablet PC dengan desain inovatif. Dalam perhelatan pameran teknologi Computex yang sedang berlangsung di Taiwan, mereka antara lain memperkenalkan Taichi, gadget perpaduan antara tablet dengan laptop.

Tidak seperti gadget hybrid lainnya, Asus Taichi punya dua layar sekaligus. Layar sentuh kedua tepat berada di bagian belakang layar utama. Jadi ketika ditekuk ke depan, Taichi akan berfungsi menjadi tablet PC.

Layar kedua sudah mendukung multitouch. Selain bisa dioperasikan secara independen, juga bisa menjadi mirror dari layar utamanya.

Menilik spesifikasinya, Taichi adalah perangkat high end dengan prosesor Intel Ivy Bridge Core i7. Terdapat 4GB RAM, micro HDMI, port USB 3.0, storage SSD, dua kamera dan dua layar sentuh Super IPS+Full HD resolusi 1920x1080 pixel.

Prototipe tablet yang mengusung sistem operasi Windows 8 ini memiliki bentang layar 11,6 inch. Kabarnya, juga akan diluncurkan versi 13,3 inch.

"Dua layarnya independen satu sama lain dan juga bisa digunakan secara simultan," demikian keterangan Asus dari ZDNet, Rabu (6/6/2012).

Belum ada informasi berapakah harganya dan kapan akan dipasarkan. Menilik spesifikasinya, kemungkinan besar Asus Taichi akan dibanderol dengan harga yang cukup menjulang.

Simak videonya berikut ini:

http://www.youtube.com/watch?v=3DNQc9rgV9A&feature=player_embedded
(Detik)

Wednesday, May 23, 2012

Wow! Komputer Android Dijual Rp 458 Ribu


Sebuah komputer PC Android dijual hanya USD 49 atau di kisaran Rp 458 ribu saja. Pembuatnya adalah VIA Technologies, sebuah perusahaan komputer asal Taiwan. Komputer bernama APC 8750 itu dijual tanpa casing. 
"APC membawa Android ke PC dengan harga USD 49 yang akan membuka pasar dan aplikasi baru. APC memungkinkan lebih banyak orang mengeksplorasi dunia online," kata R‏ichard Brown, Vice President of Marketing VIA.

User secara mudah bisa langsung menghubungkannya ke monitor. Juga bisa dibungkus dengan casing jika menginginkannya. PC ini memakai sistem operasi Android 2.3 yang bisa mengenali input keyboard dan mouse.
Prosesornya 800 MHz. Spesifikasi lain termasuk 512MB DDR3, port VGA dan HDMI, support HDTV, slot microSD dan 10/100 Ethernet port. Kegunaan utama dari PC ini adalah untuk mengakses internet.

"APC dibuat tidak seperti PC biasanya. Bagi pemula, kami mulai dengan penyadaran bahwa tujuan komputer adalah untuk terkoneksi internet," tambah Richard yang kutip dari PCMag, Rabu (23/5/2012).


APC 8750 rencananya mulai dikapalkan bulan Juli 2012. Sebelumnya sudah ada komputer sejenis bernama Raspberry Pi yang dijual hanya USD 35. PC ini bisa dihubungkan dengan keyboard dan layar, lalu melakukan fungsi komputer seperti mengedit tulisan dan memutar video. (Detik)

Tuesday, May 22, 2012

Berkat Prosesor Baru, Ultrabook Bakal Lebih Murah


Meski tipis dan ringan, laptop jenis "Ultrabook" masih belum terlalu diminati karena harganya kelewat mahal untuk kantong konsumen, terutama di Indonesia. 

Namun, hal itu akan segera berubah karena Ultrabook versi murah sedang disiapkan.
Intel, raksasa mikrochip yang gencar mempromosikan Ultrabook, akan meluncurkan prosesor Celeron Ultra-Low-Voltage (ULV) tipe 877 dan 807 yang masing-masing dihargai 86 dan 70 dollar Amerika. 
Jauh lebih murah dibandingkan prosesor Core i7-3720QM seharga 378 dolar yang digunakan oleh Ultrabook kelas atas. 

Prosesor Intel Celeron 807 menggunakan satu inti yang bekerja pada kecepatan 1,5 GHz, sementara Celeron 877 adalah prosesor berinti ganda (dual-core) berkecepatan 1,4 GHz.
Embel-embel "ULV" pada kedua prosesor baru tersebut mengacu pada konsumsi daya rendah yang disebut hanya sebesar 17 watt. Keduanya memiliki basis arsitektur "Sandy Bridge" dan dibuat dengan proses fabrikasi 32 nm. 

Dengan prosesor-prosesor murah ini, para produsen pun bisa menekan harga Ultrabook hingga 700 dollar AS atau sekitar Rp 6,5 juta saat produk laptop dengan dua prosesor tersebut dijadwalkan meluncur pertama kali pada kuartal ketiga tahun ini. 

Pada akhir 2012 atau awal 2013, kisaran harganya bisa mencapai 600 dollar AS atau sekitar Rp 5,5 juta.
Lebih jauh, Intel juga dikabarkan sedang mendorong penggunaan baterai jenis baru untuk Ultrabook  demi menekan harga. Salah satunya adalah baterai prismatic lithium-ion yang berbentuk tipis dan sudah digunakan oleh Lenovo dalam jumlah terbatas di Ultrabook IdeaPad 530 miliknya. 

Di segmen laptop murah, Intel menghadapi persaingan dari AMD yang mengusung prosesor seri A-10 "Trinity" lewat laptop tipis "Ultrathin". Laptop Ultrathin disebut-sebut akan dijual dengan harga kisaran 600 dolar Amerika. (Kompas)