Showing posts with label Sport. Show all posts
Showing posts with label Sport. Show all posts

Sunday, May 29, 2011

Barca Campione de Europe


Barcelona dinyatakan sah sebagai juara baru Liga Champions. Mereka mampu mengulang sukses dua tahun silam mengalahkan Manchester United di partai final dengan skor 3-1, Minggu (29/5/2011).

Tiga gol Barca disumbangkan oleh Pedro Rodriguez, Lionel Messi serta David Villa. Sementara United hanya bisa membalas lewat Wayne Rooney.

Barca sendiri tidak menurunkan bek senior mereka Carles Puyol pada awal pertandingan. Posisinya digantikan oleh Javier Mascherano.

Mendapat dukungan penuh dari publik Inggris yang memadati Wembley, United memulai pertandingan dengan penuh semangat. Di sepuluh menit awal mereka berhasil menekan Barca. Bahkan mereka tercatat dua kali memkasa Victor Valdes keluar dari sarangnya untuk mencegah agar tidak kebobolan.

Memasuki menit ke-15 Barca berhasil bangkit. Kini giliran mereka balik mengurung pertahanan United. Peluang pertama berhasil dibuat oleh Pedro Rodriguez, sayang tandukannya menyambut umpan silang Xavi Hernandez dari sisi kanan lapangan masih melebar.

Lima menit berselang sebuah peluang emas kembali dihasilan Barca. Kali ini melalui sepakan keras David Villa di dalam kotak penalti, beruntung bagi United karena Edwin van der Sar masih bisa menyelamatkan gawangnya dari kemasukan.

Hasil kongkret mampu diraih Barca tepat di menit ke-27. Pelakunya adalah Pedro. Dia menerima sebuah umpan manis dari Xavi yang mengecoh seluruh pungawa United di dalam area terlarang dan langsung meneruskannya dengan tendangan datar ke pojok kanan gawang. 1-0 anak-anak asuh Pep Guardiola unggul sementara.

Tertinggal, United kembali mencoba mengembangkan permainan. Hasilnya sangat positif, pada menit ke-34 mereka mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui Wayne Rooney. Bomber asal Inggris melakukan kerjasama satu-dua dengan Ryan Giggs sebelum akhirnya melepaskan tendangan keras yang mengoyak jala gawang Barca.

Memasuki menit 40 Barca kembali mengambilalih jalannya pertandingan. Satu kesempatan tercipta ketika Villa melakukan penetrasi ke dalam kotak penalti, sayang umpan datarnya di muka gawang gagal disambar oleh Lionel Messi. Laga babak pertamapun ditutup dengan skor setara 1-1.

Paruh waktu kedua dimulai, Barca langsung mengambil inisiatif serangan. Mereka berhasil memaksa para pemain United merepat garis pertahanan. Gelandang The Red Devils yang biasanya tampil dominasi seperti kehilangan akal dan hanya bisa menonton Los Azulgranas menari-nari sembari memainkan bola.

Lebih menyesakan lagi ketika waktu menunjuk menit ke-54, sebuah tendangan spekulasi dari Messi berhasil mengoyak gawang van der Sar untuk kali kedua. Pemain terbaik dunia asal Argentina melepaskan sepakan melengkung usai menyambut umpan Andres Iniesta. 2-1 Barca kembali memimpin.

Setelah tertinggal United bukannya bangkit, mereka malah semakin terlena oleh sihir pemain-pemain Barca, sehingga tanpa sadar sudah empat kali mereka hampir kebobolan oleh upaya serta percobaan dari kubu lawan.

Bahkan pada menit ke-69 tim besutan Sir Alex Ferguson tidak bisa mengelak dari kebobolan untuk kali ketiga. Villa meluncurkan tendangan lengkung ke pojok atas gawang van der Sar usai menerima sodoran dari Sergio Busquets. 3-1 Barca memperlebar jarak.

Pascagol itu Barca sedikit mengendurkan permainan. Mereka nampak tidak lagi bernafsu memburu gol. Kondisi ini coba dimanfaatkan United untuk bisa mencuri-curi peluang, sayang soliditas di setiap lini Barca masih terlalu tangguh untuk bisa mereka goyahkan.

Memasuki menit 80 Barca mulai terlihat mengulur waktu demi mempertahankan keunggulan. Wasit Viktor Kassai yang membaca indikasi itu langsung bertindak. Yang jadi korban adalah kepada Valdes. Dia diganjar kartu kuning karena sengaja berlama-lama menguasi bola.

Di menit-menit sisa United masih terus memaksa mengejar ketertinggalan. Namun apa mau dikata, sampai peluit panjang berbunyi tidak ada satupun usaha mereka yang membuahkan hasil.

Barcelona akhirnya dinyatakan keluar sebagai pemenang dan mengukuhkan gelar Liga Champions keempat mereka. Sementara bagi United ini merupakan De Javu final dua tahun silam di Olimpico Roma. Ketika itu mereka juga kalah dengan skor meyakinkan 2-0.

Susunan pemain:
BARCELONA: Valdes; Abidal, Puyol, Pique, Alves; Busquets, Xavi, Iniesta; Pedro, Villa, Messi.

MANCHESTER UNITED: Van der Sar; Fabio, Ferdinand, Vidic, Evra; Valencia, Carrick, Giggs, Park; Rooney Hernandez. (Okezone)

Insiden Monaco, Vettel Juara


Sebastian Vettel tak terbendung. Sang juara bertahan akhirnya meraih kemenangan perdana sepanjang kariernya di GP Monaco, Minggu (29/5/2011).

Dominasi Vettel bersama Red Bull seolah masih sulit dihentikan. Setelah mencatat pole position di sesi kualifikasi kemarin, pembalap belia ini menyempurnakannya dengan menyabet kemenangan setelah mencatat waktu 2h09:38.373.

Fernando Alonso dan Jenson Button masing-masing menyusul di urutan dua dan tiga. Sementara itu, rekan setim Vettel, Mark Webber, berhasil mengamankan urutan empat.

Kemenangan Vettel bisa dibilang mulus. Pembalap 24 tahun ini tak terlalu mendapat perlawanan berarti dari para pesaingnya. Hanya saja, Monaco tetap menyisakan insiden.

Michael Schumacher dan Felipe Massa terpaksa retired di tengah balapan. Mobil Schumacher berhenti secara tiba-tiba akibat mengalami kerusakan mesin. Ferrari milik Massa menabrak pembatas dan memaksanya keluar dari balapan.

Kecelakan kembali terjadi pada lap 69. Maldonando mencoba melewati Adrian Sutil. Situasi ini membuat Sutil menabrak dinding pembatas dan mobilnya melambat. Lewis Hamilton mencoba memanfaatkan situasi dengan melakukan overtaking terhadap Petrov. Sialnya, pembalap Rusia mengalami kecelakaan cukup parah.

Akibat insiden tersebut balapan harus dihentikan beberapa menit dan race control membersihkan lintasan. Mobil Hamilton sendiri mengalami kerusakan pada bagian sayap.

Saat melanjutkan balapan, aksi Hamilton kembali menelan korban ketika mencoba menyalip Maldonado dari dalam. Maldonado keluar dan kabarnya kejadian ini akan diinvestigasi stewards.

Ini merupakan kemenangan pertama Vettel di Monaco selama berkarier di Formula One (F1).

Hasil lengkap GP Monaco:
1. Vettel Red Bull-Renault 2h09:38.373
2. Alonso Ferrari + 1.138
3. Button McLaren-Mercedes + 2.378
4. Webber Red Bull-Renault + 23.100
5. Kobayashi Sauber-Ferrari + 26.900
6. Hamilton McLaren-Mercedes + 27.200
7. Sutil Force India-Mercedes + 1 lap
8. Heidfeld Renault + 1 lap
9. Barrichello Williams-Cosworth + 1 lap
10. Buemi Toro Rosso-Ferrari + 1 lap
11. Rosberg Mercedes + 1 lap
12. Di Resta Force India-Mercedes + 2 laps
13. Trulli Lotus-Renault + 2 laps
14. Kovalainen Lotus-Renault + 2 laps
15. D'Ambrosio Virgin-Cosworth + 2 laps
16. Liuzzi HRT-Cosworth + 3 laps
17. Karthikeyan HRT-Cosworth + 3 laps
18. Maldonado Williams-Cosworth + 5 laps

Not classified/retirements:
Driver Team On lap
Petrov Renault 68
Alguersuari Toro Rosso-Ferrari 68
Massa Ferrari 33
Schumacher Mercedes 33
Glock Virgin-Cosworth 31
Perez Sauber-Ferrari 1

Wednesday, April 20, 2011

Madrid Juara, Mourinho Kelelahan


Pelatih Real Madrid Jose Mourinho berpendapat, duel final melawan Barcelona, Rabu (20/4/2011), cukup menguras tenaga dan pikirannya. Namun, menurut Mourinho, semuanya tidak sia-sia karena Madrid akhirnya menang 1-0.

Pertandingan berjalan sangat ketat hingga kedua tim kesulitan menciptakan gol hingga waktu normal. Namun, akhirnya Madrid keluar menjadi pemenang lewat gol tunggal Cristiano Ronaldo pada menit ke-103.

"Memenangkan trofi selalu menyenangkan. Saya mencoba melakukan pekerjaan sebaik mungkin dan saya kelelahan saat ini. Namun, saya senang," aku Mourinho.

"Keberhasilan ini memberikan saya ketenangan. Tidak lebih. Saya akan melanjutkan pekerjaan selanjutnya," lanjut pelatih asal Portugal itu.

Keberhasilan menjuarai Copa del Rey memang sangat membanggakan karena untuk pertama kalinya Madrid meraih gelar ini dalam 17 tahun terakhir. (Kompas)

Ronaldo Bungkam Barca, Madrid Juara


Gelandang Cristiano Ronaldo mencetak gol yang menentukan kemenangan timnya 1-0 atas Barcelona pada final Copa del Rey di Mestalla, Rabu (20/4/2011). Ini adalah kemenangan pertama Madrid atas Barca dalam tujuh pertemuan terakhir.

Gol Ronaldo tercipta pada menit ke-103. Gol bermula dari pergerakan Angel Di Maria di sektor kanan pertahanan Barcelona yang berujung umpan silang. Dalam kawalan Adriano, Ronaldo menanduk bola masuk ke tengah atas gawang Jose Manuel Pinto.

Barcelona mendominasi permainan sejak awal. Namun, selama babak pertama, mereka kesulitan mengalirkan serangan sampai tuntas. Nyaris tanpa peluang, mereka bahkan beberapa kali terancam kebobolan.

Pada menit ke-12, Oezil mengiring bola di dalam kotak penalti Barcelona sebelum mengirim bola kepada Cristiano Ronaldo. Namun, bola berhasil disapu oleh Javier Mascherano.

Setelahnya, tak ada peluang, sampai Oezil pada menit ke-30 mengirim umpan silang ke arah Ronaldo. Namun, sebelum dijangkau Ronaldo, bola diamankan Jose Manuel Pinto.

Ronaldo akhirnya berhasil menciptakan ancaman berupa tembakan akurat pada menit ke-36. Namun, bola berhasil ditepis oleh Pinto.

Peluang terakhir di babak ini diciptakan bek Real Madrid, Pepe, pada menit ke-44. Dari tengah kotak penalti, ia menanduk umpan Oezil, yang sayangnya hanya membentur tiang gawang Pinto.

Barcelona tak mengubah permainan di babak kedua. Namun, akurasi umpan mereka lebih baik sehingga mampu menciptakan ancaman, seperti yang dilakukan Pedro pada menit ke-51, yang sayangnya hanya membuahkan tendangan gawang.

Selain itu, setiap kali kehilangan bola, Barcelona lebih cepat mundur menutup ruang. Dengan begitu, mereka mampu mematahkan serangan-serangan Madrid.

Pada menit ke-69, Lionel Messi berhasil melepas umpan kepada Pedro, yang berhasil menjejalkan bola di gawang Iker Casillas. Namun, gol dianulir karena Pedro berada dalam posisi offside ketika menyambut umpan Messi.

Madrid belum menciptakan ancaman berarti, ketika Barcelona pada menit ke-76 menebar tiga ancaman serius terhadap gawang mereka melalui Pedro, Lionel Messi, dan David Villa. Eksekusi akurat Messi dan Villa diblok, sedangkan tembakan Pedro meleset keluar lapangan.

Messi kembali melepaskan dua tembakan akurat pada menit ke-81 dan ke-84. Namun, sementara usaha pertamanya ditepis Casillas, percobaan kedua meleset keluar lapangan.

Tekanan Barcelona membuat Madrid nyaris tak berkutik. Dalam sejumlah kesempatan, Madrid memang berusaha melakukan serangan, tetapi kandas di tengah jalan.

Baru ketika pertandingan menginjak tiga menit dari akhir waktu normal, Madrid menunjukkan tanda-tanda bangkit, yang dimulai dengan sebuah pergerakan bola Adebayor yang berujung umpan kepada Ronaldo di kotak penalti. Namun, sebelum mengeksekusi bola, Ronaldo melihat bola dibuang oleh Alves.

Tak ada sepak pojok karena wasit menilai Ronaldo berada dalam posisi offside ketika menerima umpan Adebayor.

Semenit menjelang akhir babak normal, Angel Di Maria melepaskan tendangan akurat yang sayangnya masih bisa ditepis Pinto.

Peluang pertama pada babak tambahan didapatkan Real Madrid melalui Ronaldo pada menit ke-98. Dari sisi kiri luar kotak penalti, ia menembakkan bola yang meleset ke sisi kanan gawang Pinto.

Lima menit setelahnya, Ronaldo kembali mendapatkan peluang dan berhasil mengubahnya menjadi gol.

Keadaan tertinggal memaksa Barcelona menambah daya serangnya pada babak tambahan kedua. Di sisi lain, Madrid bermain lebih defensif sehingga Barcelona hanya melihat usaha mereka patah di tengah jalan.

Pada menit ke-118, Barcelona bahkan nyaris kebobolan oleh Emmanuel Adebayor dan Ronaldo. Setelah eksekusi Adebayor diblok Pinto, bola bergulir ke Ronaldo yang kemudian menembakkannya lagi. Namun, bola mengenai pemain lawan dan melesat keluar lapangan.

Memasuki menit-menit terakhir, Madrid kehilangan Angel Di Maria karena menerima kartu kuning kedua, menyusul pelanggarannya kepada Messi. Untung bagi Madrid, Barcelona gagal memanfaatkan peluang untuk menyamakan kedudukan. Peluit pun berbunyi panjang dengan skor 1-0 tertera di papan skor.

Susunan pemain
Madrid: Iker Casillas; Ricardo Carvalho, Pepe, Sergio Ramos, Alvaro Arbeloa, Marcelo; Xabi Alonso, Cristiano Ronaldo, Mesut Oezil (Emmanuel Adebayor 70), Sami Khedira (Esteban Granero Molina 104), Angel Di Maria

Barcelona: Jose Manuel Pinto; Dani Alves, Gerard Pique, Adriano (Maxwell 118); Xavi, Andres Iniesta, Javier Mascherano, Sergio Busquets (Seydou Keita 108); David Villa (Ibrahim Afellay 106), Lionel Messi, Pedro

Wasit: Alberto Undiano Mallenco
(Kompas)

Sunday, April 17, 2011

Hamilton Menangi F1 China, Vettel Salah Strategi Pitstop


Luar biasa penampilan Lewis Hamilton di GP F1 China, Minggu (17/4). Melalui perjuangan gigihnya, pebalap Mclaren itu berhasil memenangkan balapan yang menempuh 56 lap di sirkuit Shanghai. Kepastian kemenangannya diraih pada lap ke-52 dengan menyalip Sebastian Vettel di tikungan.

Padahal, Hamilton sempat menjadi "korban" di pit kalau melakukan ganti ban. Namun berkat performa mobil yang menggunakan mobil knalpot dan lantai baru, pebalap Inggris ini berhasil menyentuh finish lebih dulu dengan total waktu tempuh 1 jam 56 menit 58,226 detik.

Vettel harus puas di urutan kedua dengan strategi dua kali pitstopnya. Ketika usai ganti ban yang kedua kali, pebalap Jerman ini sempat mengusulkan kepada tim untuk minta ban kompon lunak dan harus mengubah taktik pitstop menjadi tiga kali. Tampaknya, keinginannya tak terkabulkan, sehingga Hamilton yang tiga kali pitstop dengan ban lunak bisa melibasnya.

Tempat ketiga direbut rekan setim Vettel, Mark Webber. Tampil luar biasa dengan start dari posisi ke-18, ia mampu naik podium ketiga. Pebalap Australia ini menggunakan DRS untuk menyalip Button di trek lurus.

Peluang naik podium sempat terbuka pada Nico Rosberg. Namun, jelang lima lap terakhir, penampilannya mulai tidak stabil. Setelah disikat Webber dan Button, ia menikung terlalu melebar di lap 51, sehingga Felipe Massa (Ferrari) dapat menyusulnya. Tapi, ia dapat membalas kembali dan harus puas di posisi kelima.


Pitstop McLaren jelek
Sebelum start, ada pertanyaan besar dari penggemar F1. Mampukah duo McLaren melejit ke depan? Ternyata Button dan Hamilton memberi jawaban lepas tikungan pertama. Mereka berhasil melibas Vettel - yang start jelek - di tikungan pertama.

Vettel sendiri sempat nikung bareng dengan Nico Rosberg di dua tikungan pertama. Namun pebalap Red Bull itu berhasil mengatasi penampilan Rosberg yang agresif itu.

Masuk lap 2 sampai lap 10 formasi enam besar yang diduduki Button, Hamilton, Vettel, Rosberg, Massa dan Alonso masih terus bertahan. dan Webber pebalap senior pertama yang masuk pit ganti ban pada lap 12.

Sedang pebalap pertama masuk pit Alguersuari (Toro Rosso) pada lap 11 dan ketika masuk lintasan ban kiri belakangnya copot. Kerja ceroboh dari mekanik membuat Alguersuari tak bisa melanjutkan lomba.

Masuk lap 15 Vettel dapat menyalip Hamilton, dan tapi Button masuk pit. Lucunya ia masuk ke pit melalui garasi Button, sehingga pebalap McLaren yang ikut masuk pit harus melambatkan kecepatan ketika masuk pitnya. Pitstop yang hebat dilakukan kru Red Bull di mana Vettel duluan masuklintasan.

Lambatnya gerakan kru McLaren kembali Hamilton menjadi korban yang masuk pit lap 17 yang diikuti Massa. Pebalap Ferrari yang garasinya di belakang McLaren, justru paling duluan masuk lintasan.

Vettel melakukan strategi pitstop dua kali. Namun, ia mengeluh tak mendengar intruksi dari race engineernya di radio. dan sampai lap30, ia memimpin di depan. Dan pada lap 32 ia masuk pit kedua pakai ban kompon keras. Posisinya mundur keenam saat kembali ke trek, tapi dengan nanti Massa, Rosberg, Button dan Hamilton masuk ke pit ketiga maka ia kembali ke depan.

Taktik red Bull menuai hasil. Pada lap ke-39 Vettel berhasil mengambil kembali posisi terdepan dari tangan Rosberg. Dan pebalap Mercedes ini belum melakukan pitstop III. Hanya, Vettel sempat berubah padangan, ia ingin masuk pit ketiga ganti ban lunak.

Lap ke-42, Hamilton dengan agresif dapat menyalip Rosberg di tikungan dan berada di urutan ketiga. Hasil maksimal diraih pebalap Mclaren ini paling finish kedua karena Massa masih harus masuk pit sekali lagi. Tapi, pada lap-45, ia berhasil melibas Massa di tikungan pertama dan berada di urutan kedua.

Button juga dapat menyalip Massa di lap 49 dan berusaha menempel rekan setimnya yang juga lagi menekan Vettel. Masuk lap 51 dengan memngandalkan DRS, Ia hampir dapat menmyalip Vettel di tikungan 14. Akhirnya pda lap ke-52 Hamilton dapat menggeser Vettel yang justru bukan di trek lurus.

Lomba : 56 lap
Trek :5,541 km

Hasil balapan
1. Hamilton McLaren-Mercedes 1h36:58.226
2. Vettel Red Bull-Renault + 5.198
3. Webber Red Bull-Renault + 7.555
4. Button McLaren-Mercedes + 10.000
5. Rosberg Mercedes + 13.448
6. Massa Ferrari + 15.840
7. Alonso Ferrari + 30.622
8. Schumacher Mercedes + 31.206
9. Petrov Renault + 57.404
10. Kobayashi Sauber-Ferrari + 1:03.273
11. Di Resta Force India-Mercedes + 1:08.757
12. Heidfeld Renault + 1:12.739
13. Barrichello Williams-Cosworth + 1:30.189
14. Buemi Toro Rosso-Ferrari + 1:30.671
15. Sutil Force India-Mercedes + 1 lap
16. Kovalainen Lotus-Renault + 1 lap
17. Perez Sauber-Ferrari + 1 lap
18. Maldonado Williams-Cosworth + 1 lap
19. Trulli Lotus-Renault + 1 lap
20. D'Ambrosio Virgin-Cosworth + 2 laps
21. Glock Virgin-Cosworth + 2 laps
22. Karthikeyan HRT-Cosworth + 2 laps
23. Liuzzi HRT-Cosworth + 2 laps

Fastest lap: Webber, 1:38.993

Pebalap tidak finish
Alguersuari Toro Rosso-Ferrari 12


Posisi sementara sampai seri III
Pebalap
1. Vettel 68
2. Hamilton 47
3. Button 38
4. Webber 37
5. Alonso 26
6. Massa 24
7. Petrov 17
8. Heidfeld 15
9. Rosberg 10
10. Kobayashi 7
11. Schumacher 6
12. Buemi 4
13. Di Resta 2
14. Sutil 2

Konstruktor
1. Red Bull-Renault 105
2. McLaren-Mercedes 85
3. Ferrari 50
4. Renault 32
5. Mercedes 16
6. Sauber-Ferrari 7
7. Toro Rosso-Ferrari 4
8. Force India-Mercedes 4
(Kompas)

Sunday, April 10, 2011

Vettel Rayakan Kemenangan Sempurna


Sebastian Vettel meraih kemenangan kedua di Formula One (F1) 2011, setelah meraih gelar juara di Grand Prix Malaysia, tadi sore WIB.

Dalam balapan di Sirkuit Sepang, secara mengejutkan pembalap andalan Red Bull dipaksa untuk balapan tanpa menggunakan KERS dipertengahan lomba. Kabarnya, sistem itu mengalami masalah. Beruntung, hal itu tidak mempengaruhi performa Vettel.

"Jelas, hal ini tidak berjalan sesuai dengan rencana. Kemudian, KERS sempat kami gunakan pada pertengahan lomba. Tentu, ini adalah sesuatu yang harus kami kerjakan," ujar Vettel dalam jumpa pers setelah lomba.

"Hari ini, jika kami tidak menggunakan KERS pada awal lomba, kami bisa berada dalam posisi yang berbeda. Sistem itu memberikan sesuai harapan kami. KERS sempat bermasalah, jadi kami sempat tidak memanfaatkannya," lanjut juara bertahan F1 itu.

Tapi, Vettel sadar balapan di Malaysia tidak semudah saat meraih kemenangan perdana di Australia. Terbukti, persaingan untuk meraih kemenangan berlangsung lebih ketat pada Grand Prix Malaysia. Namun Vettel tetap bangga dengan performa Red Bull.

"Jadi, kami harus tetap mendinginkan kepala kami. Saya tidak khawatir. Hari ini, kami semua bisa menikmati kemenangan ini, dan merasa bangga dengan pencapaian ini," tandasnya dilansir Autosport, Minggu 10/4/2011. (Okezone)

Sunday, April 3, 2011

Percakapan Rossi-Stoner Seusai Balapan


Casey Stoner harus mengubur ambisinya menjuarai GP Spanyol, Jerez, setelah terjatuh akibat menyenggol motor Valentino Rossi. Stoner tidak bisa melanjutkan balapan, sementara Rossi tetap menyelesaikan balapan hingga finis di posisi kelima.

Stoner yang memulai balapan dari posisi pertama, sebenarnya langsung memimpin balapan. Tapi, rider Honda Repsol dilewati Marco Simoncelli dan harus bersaing dengan Valentino Rossi yang sukses menyodok ke posisi tiga.

Petaka buat keduanya, The Doctor coba mengambil Stoner dari dalam di lap 8. sayang Rossi terlalu cepat mengambil keputusan dalam menyalip dan terlambat saat berbelok. Rider Ducati itu tergelincir dan membuat Stoner tidak sempat menghindari motor Rossi yang jatuh di depannya.

Seusai balapan, Rossi sendiri langsung mencari dan menghampiri Stoner untuk meminta maaf. Keduanya terlihat berjabat tangan. Inilah petikan percakapan keduanya, seperti dilansir Crash.

Stoner (tersenyum): “Bagaimana bahumu? Apakah baik-baik saja?”

Rossi (dengan helm yang belum terlepas): “Saya sangat menyesal dan minta maaf.”

Stoner: “Okay. Kau punya masalah dengan cedera bahu itu?”

Rossi: “Saya membuat kesalahan besar”

Stoner: “Yeah. Sejujurnya, ambisi kamu mengalahkan talentamu.”

Rossi: “Eh?”

Stoner: “Ambisi yang ada lebih besar daripada bakat.”

Rossi: “Saya minta maaf”

Stoner: “Tidak masalah.”

Saat Rossi akan melintas di garis finis pada posisi lima, Stoner menyempatkan diri berlari ke pinggir sirkuit dan bertepuk tangan. Entah apa maksud dari tepuk tangan Stoner ini. Apakah bentuk kekecewaan atau memang ucapan selamat buat Rossi yang bisa menyelesaikan balapan? (Okezone)

Pedrosa Puas Finis Kedua


Daniel Pedrosa menyelamatkan wajah tim papan atas Honda Repsol dengan menjadi runner up di GP Spanyol, Jerez. Pedrosa puas dengan berada di posisi dua dan bersyukur mendapatkan poin penting.

Pedrosa memulai balapan di tempat kedua tapi melorot ke posisi 11. Sedikit demi sedikit, rider Spanyol ini bergerak ke depan melewati pembalap lain. Momentum Pedrosa mengendur saat disalip Ben Spies, beruntung pembalap Yamaha tersebut terjatuh.

"Saat balapan dimulai, saya sudah mengalami kesulitan. Saya berada di posisi 11, atau lebih. Tapi, saya bisa melaju dengan cepat dan berada di posisi kedua. Ini penting buat saya," jelas Pedrosa seperti disitat Crash, Senin (4/4/2011).

Pedrosa mengaku masih belum pulih total dari cedera yang mengganggu performanya di Jerez. Pedrosa sangat terbantu dengan banyaknya pembalap yang tergelincir, hingga dia mendapat posisi kedua.

"Saya berjuang keras mempertahankan motor. Saat trek lurus, saya tidak bisa membuka gas dengan baik dan saya tahu ini akan mengganggu. Saya hanya coba bertahan dengan ban yang ada. Tidak terlalu mengenakan saat melihat pembalap lain terjauh dan saya melewatinya," lanjut Pedrosa.

Pedrosa akan naik meja operasi untuk memperbaiki cedera di tulang selangka, awal pekan ini. Ada waktu sekitar empat pekan, sebelum GP Portugal, Estoril, dimulai bulan depan.

"Besok saya akan melakukan operasi besar. Sata harap semuanya berjalan baik dan saya bisa sembuh untuk kembali bertarung di Estoril," tutupnya. (Okezone)

Lorenzo Sempat Sulit Fokus Balapan


Jorge Lorenzo menjadi salah satu pembalap yang tampil konstan dan penuh konsentrasi tinggi di GP Spanyol, Jerez. Rider andalan Yamaha ini pun finis terdepan pada seri kedua MotoGP 2011 ini.

Jorge Lorenzo mampu mengambil alih balapan, setelah memanfaatkan beberapa insiden yang menimpa para rivalnya. Seluruh pembalap harus berjuang keras memacu motor di lintasan yang licin. Penggunaan ban basah juga menjadi kontradiktif di akhir balapan, dimana lintasan sudah mongering.

Rekan Lorenzo, Ben Spies terjatuh menjelang akhir balapan. Rider Honda Gresini Marco Simoncelli juga jatuh saat memimpin. Valentino Rossi dan Casey Stoner harus bersenggolan dan jatuh, saat Rossi coba melakukan overtaking dari arah dalam saat tikungan. Cal Crutchlow, Randy de Puniet dan Karel Abraham juga terjatuh.

"Benar-benar sulit untuk menjaga fokus dan konsentrasi saat melihat beberapa pembalap terjatuh," kata Lorenzo seperti dilansir Autosport, Senin (4/4/2011).

"Setiap lap yang saya lalui, ban semakin berada dalam kondisi yang lebih buruk. Akibatnya, saya harus memastikan setiap sudut tikungan di mana saya harus memperlambat laju motor,” lanjut juara dunia musim lalu ini.

Lorenzo pun memilih menjaga posisinya saat sudah memimpin jauh di depan, mengungguli rider Hond Repsol Daniel Pedrosa.

"Saya terus menjaga konsentrasi setelah melihat pembalap lain berjatuhan. Tidak mudah karena balapan ini cukup panjang. Kami bisa menang kedua kalinya di Jerez, yang saya anggap sebagai sirkuit terbaik di dunia."

Seperti di tahun lalu, Lorenzo merayakan kemenangan di rumahnya sendiri dengan berhenti saat melakukan victory lap dan melompat ke danau yang ada di tengah sirkuit Jerez. (Okezone)

Monday, March 28, 2011

Vettel Juarai GP F1 Australia, Button Dipenalti


Luar biasa penampilan Sebastian Vettel di seri pembuka GP F1 Australia di sirkuit Albert Park, Melbourne, Australia, Minggu (27/3). Pebalap Red Bull Racing (RBR) asal Jerman itu mendominasi balapan sejak start sampai finis menyelesaikan 58 lap.

Juara dunia 2010 ini begitu sempurna membesut RB6 dan menaklukkan tikungan di trek yang memiliki panjang 5,303 km itu. Begitu juga dengan ban baru Pirelli, Vettel tak terlihat mengalami masalah dan dapat mengakhiri lomba dengan total waktu 1 jam 29 menit 30,259 detik.

Posisi kedua direbut Lewis Hamilton yang ketika start juga melesat mulus. Hanya performa mesin MP4-26 tampak kalah cepat dengan RB6 sehingga ketika finis kedua, mantan juara dunia 2008 ini, tertinggal lebih dari 12,8 detik.

Sementara itu, urutan ketiga diisi pebalap Vitaly Petrov dari tim Renault. Penampilan pebalap asal Rusia itu sangat konsisten. Bahkan, tinggal dua lap, Fernando Alonso yang sudah membayang di belakangnya tidak membuat penampilannya jadi grogi. Sukses itu bisa menghibur tim Renault dan terutama buat kesembuhan rekan setimnya, Robert Kubica.

Button kena penalti
Lomba yang menempuh 58 lap sempat menyuguhkan drama persaingan ketat antara McLaren dan Ferrari. Jenson Button (Mclaren) coba menyalip Felipe Massa (Ferrari) yang mengambil posisinya di tikungan pertama lepas start akibat terlalu melebar.

Beberapa kali Button berusaha menyalipnya di tikungan dengan melakukan tindakan nekat membarengi mobilnya dengan Massa jelang tikungan. Bahkan, pada lap 5, ia kembali nekat menyejajarkan mobilnya dengan Ferrari sehingga ketika ke luar tikungan, roda sisi kirinya sudah menginjak rumput dan beruntung tidak melintir.

Pada lap 12, lagi-lagi Button yang menggunakan DRS mempertontonkan tekadnya ingin melibas Massa di tikungan. Karena Massa tak memberi peluang, senggolan pun hampir terjadi menjelang tikungan dan Button dapat menghindar dengan masuk jalur pemotong. Sehingga ketika ke luar tikungan, ia sudah berada di depan Massa dan Alonso yang membayang ketat.

Tindakan nekat Button itu harus dibayar mahal. Direktur perlombaan menghukumnya dengan Drive Throug Penalty (masuk dan melintas di pit) sehingga membuat posisinya melorot ke-7 sampai lap 30.

Lepas lap 22, suasana lomba sempat boring dengan Vettel tetap di depan dibayang oleh Hamilton dan Petrov (Renault). Posisi tiga sempat dipegang Webber dan Alonso kalau di antara mereka masuk pit ganti ban.

Tontonan menarik tersuguhkan pada mulai lap 45 antara Webber yang berusaha mengejar Alonso memperebutkan posisi keempat. Alonso yang menggunakan DRS bisa menjaga jarak dan tidak memberi ruang untuk disalip. Targetnya mengejar Petrov (Renault) agar bisa naik podium ketiga, mengalami kegagalan lantaran jaraknya sudah terlalu jauh. Meski tinggal 2 lap terakhir, dirinya sudah mendekat.

Seandainya tidak tergiring ke luar oleh Button di tikungan pertama lepas start, bisa dipastikan ia naik podium. Kejadian start itu membuat posisinya melorot ke delapan. Dengan sabar, ia pun dapat menyeret Ferrari 150 Italia finis keempat; hasil yang baik.

Hasil lomba 58 lap

1. Vettel Red Bull-Renault 1h29:30.259
2. Hamilton McLaren-Mercedes + 22.297
3. Petrov Renault + 30.560
4. Alonso Ferrari + 31.772
5. Webber Red Bull-Renault + 38.171
6. Button McLaren-Mercedes + 54.300
7. Perez Sauber-Ferrari + 1:05.800
8. Kobayashi Sauber-Ferrari + 1:16.800
9. Massa Ferrari + 1:25.100
10. Buemi Toro Rosso-Ferrari + 1 lap
11. Sutil Force India-Mercedes + 1 lap
12. Di Resta Force India-Mercedes + 1 lap
13. Alguersuari Toro Rosso-Ferrari + 1 lap
14. Heidfeld Renault + 1 lap
15. Trulli Lotus-Renault + 2 laps
16. D'Ambrosio Virgin-Cosworth + 3 laps

Fastest lap: Massa, 1:28.947

Pebalap tidak finis
Glock Virgin-Cosworth 50
Barrichello Williams-Cosworth 49
Rosberg Mercedes 22
Kovalainen Lotus-Renault 19
Schumacher Mercedes 19
Maldonado Williams-Cosworth 10
Liuzzi HRT-Cosworth 1
Karthikeyan HRT-Cosworth 1

Peringkat sementara
Pebalap
1. Vettel 25
2. Hamilton 18
3. Petrov 15
4. Alonso 12
5. Webber 10
6. Button 8
7. Perez 6
8. Kobayashi 4
9. Massa 2
10. Buemi 1

Peringkat sementara
Konstruktor
1.Red Bull-Renault 35
2.McLaren-Mercedes 26
3. Renault 15
4. Ferrari 14
5. Sauber-Ferrari 10
6. Toro Rosso-Ferrari 1
(Kompas)

Monday, March 21, 2011

Stoner Raja Losail, Lorenzo Runner-up


Casey Stoner menobatkan dirinya sebagai pebalap terbaik di Sirkuit Losail, Qatar. Pada seri perdana MotoGP 2011, Minggu (20/3/11) malam waktu setempat atau Senin (21/3/11) dini hari WIB, pebalap Australia tersebut menjadi pemenang, sehingga dia untuk sementara memimpin klasemen.

Mantan juara dunia 2007 ini mengungguli dua rival beratnya, Jorge Lorenzo (Yamaha) dan rekan setimnya di Repsol Honda, Dani Pedrosa, yang harus puas di posisi dua dan tiga. Sedangkan pebalap Ducati, Valentino Rossi, yang start dari urutan sembilan, finis di posisi tujuh.

Dengan hasil ini, Stoner, yang meraih pole position, membuat kemenangan "double-debut", setelah hal serupa dilakukan dengan Ducati pada musim 2007. Pasalnya, pertarungan di Losail ini pun merupakan debutnya bersama Honda, setelah dia memutuskan hengkang dari Ducati pada akhir musim lalu.

Stoner juga menabiskan dirinya sebagai raja Sirkuit Losail, karena dia untuk keempat kalinya menjadi juara di sini sejak 2007, 2008, 2009 dan 2011. Musim lalu dia gagal finis akibat kecelakaan, padahal sedang memimpin jalannya lomba.

Hasil GP Qatar ini juga menunjukkan bahwa Honda tampil sangat konsisten sejak tes pra-musim hingga balapan. Meskipun "dinodai" oleh Lorenzo dari Yamaha, tetapi mereka berhasil menguasai posisi lima besar.

Jalannya lomba

Ketika start dilakukan, Rossi membuat kejutan karena langsung menyodok di tikungan pertama. Tetapi, usaha "The Doctor" untuk melewati duo Repsol Honda dan Lorenzo tak berhasil, karena dia terlalu melebar sehingga tercecer ke bagian belakang. Sementara itu, Pedrosa, yang start dari urutan dua, memimpin lomba, diikuti Lorenzo dan Stoner.

Namun memasuki lap kedua, Lorenzo mengambilalih jalannya perlombaan. Pebalap Yamaha ini menyalib Pedrosa, yang diikuti dua rekan setimnya, Stoner dan Andrea Dovizioso. Sejak itu, perang antara trio Honda dengan Lorenzo berlangsung ketat. Menjelang akhir lap kedua, Stoner memimpin, dan Pedrosa pun membuntutinya. Pertarungan semakin seru karena Marco Simoncelli mulai ikut memberikan tekanan dari posisi lima.

Memasuki lap ketiga, mulai terlihat jarak antara rombongan pertama (posisi 1-5) dengan rombongan kedua yang dipimpin Rossi. Setelah itu, pada lap keempat giliran Stoner dan Pedrosa yang bertarung sendirian untuk memperebutkan podium nomor satu karena duo Repsol Honda ini semakin menjauhi Lorenzo, Dovizioso dan Simoncelli.

Lap keenam, Pedrosa menyodok ke depan. Pebalap Spanyol ini, yang tercepat pada 20 menit warm-up dengan keunggulan 0,160 detik dari Stoner, berhasil melewati rekan setimnya tersebut. Sedangkan untuk persaingan rombongan kedua, Rossi, yang terpaut 5,472 detik dari Pedrosa, mulai mendapat tekanan dari pebalap Yamaha, Ben Spies.

Satu lap kemudian, terjadi perubahan komposisi di posisi empat karena Simoncelli berhasil melewati Dovizioso. Pebalap Italia tersebut terus merangsek untuk mendekati Lorenzo, yang mulai terpisah dari Pedrosa dan Stoner. Lorenzo terpaut 1,624 detik.

Jika Pedrosa dan Stoner bertarung ketat untuk memperebutkan posisi nomor satu, hal serupa juga terjadi antara Rossi dan Spies. Dua pebalap ini bertarung habis-habisan untuk memperebutkan posisi keenam.

Pada lap ke-11, terjadi aksi salib-menyalib, di mana Spies sempat menggeser Rossi saat lintasan lurus, sebelum disalib lagi oleh Rossi di tikungan. Di posisi terdepan juga terjadi perubahan, karena Stoner bisa menyodok menjelang tikungan ke kanan, sehingga pebalap Australia tersebut memimpin jalannya lomba.

Di sinilah titik awal Stoner menuju kemenangan, karena dia secara perlahan menjauhi kejaran Pedrosa dengan selisih waktu lebih dari 1 detik. Mantan pebalap Ducati tersebut semakin nyaman berada di depan, sedangkan Pedrosa justru mendapat tekanan dari kompatriotnya, Lorenzo, yang mulai "panas" di lap ke -13. Hanya berselang satu lap, Lorenzo berhasil naik satu strip ke posisi dua.

Perubahan juga terjadi di rombongan kedua, di mana Spies akhirnya bisa melewati Rossi di lap ke-14 untuk menempati posisi keenam. Terlihat jelas, Rossi mengalami persoalan pada fisik (cedera bahu) karena agak goyang ketika berusaha mengendalikan Desmosedici GP11. Saat mau menggeber, getaran motor membuat kaki kanannya harus terangkat sehingga dia terpaksa mengurangi dorongan, yang membuat Spies mengambil kesempatan untuk menyalib dan langsung menjauh.

Memasuki lap ke-17, pertarungan di bagian depan berlangsung sangat seru--kecuali Stoner, yang sudah aman di depan. Pedrosa dan Dovizioso memperbaiki posisi mereka, di mana Pedrosa kembali "mengasapi" Lorenzo ketika memenangi duel lintasan lurus, begitu juga dengan Dovizioso, yang menggeser Simoncelli.

Namun hanya satu lap Pedrosa berada di posisi dua setelah Lorenzo berhasil mengambil keuntungan saat menikung ke kanan. Dari sisi dalam, sang juara dunia berhasil memaksa Pedrosa sedikit melebar sehingga dia naik lagi satu strip. Sedangkan Stoner, yang mencatat fastest lap, semakin nyaman berada sendirian di depan karena unggul lebih dari 3 detik atas Lorenzo. Komposisi tersebut tak berubah sampai mereka melewati garis finis.

Di atas podium, para pebalap mengibarkan bendera Jepang. Ini merupakan bagian dari rasa simpati mereka atas tragedi gemba bumi dan tsunami yang melanda "Negeri Sakura" tersebut, yang memaksa GP Jepang juga terpaksa ditunda hingga bulan Oktober mendatang.

Seri kedua MotoGP 2011 ini akan berlangsung di Jerez, Spanyol, pada 3 April mendatang.

- Hasil GP Qatar

1. Casey Stoner AUS Repsol Honda Team 42m 38.569s
2. Jorge Lorenzo ESP Yamaha Factory Racing 42m 42.009s
3. Dani Pedrosa ESP Repsol Honda Team 42m 43.620s
4. Andrea Dovizioso ITA Repsol Honda Team 42m 44.511s
5. Marco Simoncelli ITA San Carlo Honda Gresini 42m 45.927s
6. Ben Spies USA Yamaha Factory Racing 42m 49.037s
7. Valentino Rossi ITA Ducati Marlboro Team 42m 55.000s
8. Colin Edwards USA Monster Yamaha Tech 3 43m 4.862s
9. Nicky Hayden USA Ducati Marlboro Team 43m 5.985s
10. Hiroshi Aoyama JPN San Carlo Honda Gresini 43m 7.489s
11. Cal Crutchlow GBR Monster Yamaha Tech 3 43m 13.108s
12. Hector Barbera ESP Mapfre Aspar Team 43m 13.398s
13. Karel Abraham CZE Cardion AB Motoracing 43m 16.526s

DNF:
Toni Elias ESP LCR Honda MotoGP
Loris Capirossi ITA Pramac Racing Team
Randy de Puniet FRA Pramac Racing Team
(Kompas)

Monday, March 14, 2011

Honda Berjaya Lagi


Repsol Honda kembali mengirim isyarat bahaya kepada sejumlah rivalnya jelang bergulirnya kompetisi MotoGP musim 2011. Ini dibuktikan dengan keberhasilan skuad pabrikan Jepang mendominasi seluruh sesi uji coba pra-musim.

Di dua sesi ujicoba pertama di Sepang, Malaysia, Honda mengirimkan dua wakilnya Dani Pedrosa dan pembalap anyarnya Casey Stoner secara bergantian mencatatkan waktu tercepat. Kini, pada sesi uji coba terakhir, keduanya juga sukses menunjukkan ketangguhannya dengan menjadi yang tercepat di sirkuit Losail.

Jika di hari pertama, kemarin, Pedrosa tampil sebagai yang tercepat, kali ini giliran Stoner yang mencatatkan waktu paling cepat yakni 1 menit 55.681 detik. Pembalap asal Australia unggul tipis atas Pedrosa di tempat kedua dengan selisih 0.064 detik. Sementara itu, satu pembalap Repsol Honda lainnya Andrea Dovizioso menempati urutan lima.

Sang juara bertahan, Yamaha sejauh ini masih menunjukkan sebagai calon pesaing utama Honda. Tim yang juga berbasis di Jepang ini berhasil menguntit Honda dengan menempatkan pembalap anyarnya Ben Spies di tempat ketiga dengan selisih 0.613 detik. Sedangkan pembalap andalan Yamaha yang juga juara dunia, Jorge Lorenzo hanya mampu menempati posisi tujuh dengan catatan waktu 1 menit 5.707 detik atau terpaut sekira satu detik dari Stoner.

Juara dunia sembilan kali, Valentino Rossi belum juga mampu menunjukkan kemajuan berarti terkait proses adaptasinya dengan Ducati desmosedici GP11 geberannya. Rossi, yang sempat terjatuh pada sesi ujicoba hari pertama, hanya mampu mengakhiri sesi hari kedua, Selasa (16/3/2011) dini hari WIB, di posisi 13 dengan catatan waktu terbaik, 1 menit 56.988 detik, atau terpaut nyaris dua detik dari catatan waktu Stoner.

Hasil lengkap sesi uji coba Qatar hari kedua:
Pos Rider Team/Bike Time Gap Laps
1. Casey Stoner Honda 1m55.681s 46
2. Dani Pedrosa Honda 1m55.745s + 0.064s 39
3. Ben Spies Yamaha 1m56.294s + 0.613s 45
4. Marco Simoncelli Gresini Honda 1m56.433s + 0.752s 70
5. Andrea Dovizioso Honda 1m56.439s + 0.758s 58
6. Randy de Puniet Pramac Ducati 1m56.445s + 0.764s 67
7. Jorge Lorenzo Yamaha 1m56.707s + 1.026s 48
8. Colin Edwards Tech 3 Yamaha 1m56.716s + 1.035s 57
9. Nicky Hayden Ducati 1m56.726s + 1.045s 68
10. Hiroshi Aoyama Gresini Honda 1m56.740s + 1.059s 73
11. Hector Barbera Aspar Ducati 1m56.798s + 1.117s 62
12. Alvaro Bautista Suzuki 1m56.931s + 1.250s 63
13. Valentino Rossi Ducati 1m56.988s + 1.307s 50
14. Loris Capirossi Pramac Ducati 1m57.345s + 1.664s 62
15. Cal Crutchlow Tech 3 Yamaha 1m57.730s + 2.049s 28
16. Karel Abraham Cardion Ducati 1m57.846s + 2.165s 49
17. Toni Elias LCR Honda 1m58.536s + 2.855s 57
(Okezone)

Berakhirlah Spekulasi Masa Depan Vettel


Bos tim Red Bull Racing, Christian Horner, mengaku sangat senang bisa dengan cepat mengakhiri spekulasi tentang masa depan Sebastian Vettel. Pasalnya, pebalap asal Jerman tersebut bersedia memperpanjang kontraknya hingga akhir musim 2014.

Kontrak juara dunia Formula 1 (F1) 2010 tersebut dengan Red Bull akan selesai pada akhir musim ini, dan ada opsi perpanjangan sampai 2012. Tetapi, kedua kubu punya kesepakatan baru dan mereka sama-sama setuju untuk tetap bermitra hingga tiga tahun ke depan.

Inilah yang membuat Horner bahagia. Apalagi, Vettel sudah dihubung-hubungkan dengan dua tim rivalnya, yaitu Ferrari dan Mercedes GP.

"Ini menyenangkan karena terjadi sebelum awal musim--sejumlah rumor sudah dimulai tentang kemungkinan pindah ke tim lain," ujar Horner kepada BBC. "Kami ingin menjauhkan gangguan ini dan berkonsentrasi pada balapan."

Horner juga menjelaskan bahwa pihaknya tak memerlukan waktu yang lama untuk mendapatkan tanda tangan Vettel.

"Sebastian merasa sangat nyaman di tim ini dan tim juga merasa sangat nyaman dengannya," jelas Horner. "Kami memulai pembicaraan mengenai hal tersebut pada awal tahun ini dan semuanya berjalan lancar."

Vettel baru bergabung dengan Red Bull sejak 2009. Tetapi, dia sudah didukung oleh perusahaan minuman yang menjadi partner tim, dalam program pebalap muda, selama satu dekade sebelumnya.

"Dia sudah bersama Red Bull sejak 1998, sehingga logis jika semuanya terjadi," ungkap Horner. "Diskusinya berlangsung cepat." (Kompas)

Sunday, March 13, 2011

Duo Yamaha Optimis Saingi Honda


Yamaha memang masih kalah cepat dengan Honda dalam tes, tadi malam. Namun, Jorge Lorenzo dan Ben Spies optimis, YZR-M1 mampu mengejar Honda.

Dalam dua tes terakhir di Sepang, YZR-M1 memang masih kalah cepat dengan motor RC212V. Bahkan, para pembalap Yamaha menganggap mesin motor YZR-M1 tidak memiliki kekuatan.

Performa berbeda coba diperlihatkan Lorenzo dan Spies di Losail, Qatar, tadi malam. Hasilnya, Spies yang berada di peringkat empat, hanya tertinggal sekira 0.292 detik dari Dani Pedrosa, sang pencatat waktu tercepat.

“Motor sepertinya mampu bersaing dengan pembalap terdepan ketimbang di Malaysia, dan motor saya memiliki akselerasi yang cukup baik setelah hari pertama,” demikian pendapat Spies selepes tes hari pertama di Qatar.

“Lintasan di sini lebih mengalir, yang mana sangat cocok dengan motor kami. Saya rasa, ini akan menjadi trek yang cocok buat tim kami,” tegas pembalap asal Amerika Serikat tersebut, dilansir Autosport, Senin (14/3/2011).

Lorenzo setuju dengan pendapat Spies. “Kami memang mencoba beberapa hal berbeda saat di tikungan, hari ini serta mencoba motor lebih stabil. Hasilnya, kami mampu mendekati motor Honda ketimbang saat tes di Sepang, jadi saya senang,” tandasnya. (Okezone)

Tim Honda Tebar Pesona Lagi


Honda kembali memberikan sinyal sebagai kontestan MotoGP 2011 yang layak menyandang predikat tim favorit. Dua pembalapnya keluar sebagai yang tercepat di tes resmi pra-musim hari pertama di Qatar, Senin (14/3/2011) dini hari.

Dani Pedrosa menjadi nomor satu setelah sukses melahap 41 lap Sirkuit Losail dengan catatan waktu 1 menit 56.217 detik. Menyusul di posisi kedua pembalap Australia Casey Stoner dengan 1 menit 56.414 detik.

Posisi ketiga dimiliki pembalap Honda Gresini Hiroshi Aoyama dengan 1 menit 56.444 detik.

Dalam sesi tes ini, Yamaha hanya bisa menempatkan dua pembalapnya di belakang tiga pembalap Honda.Ben Spies menjadi tercepat keempat mengungguli rekan satu timnya Jorge Lorenzo yang finis di posisi kelima.

Sementara, pembalap Anyar Ducati Valentino Rossi masih kesulitan menembus persaingan ujicoba ini bahkan sempat terjatuh. The Doctor hanya finis di belakang tujuh pembalap lain. Namun Rossi masih lebih cepat dari rekan satu timnya Nicky Hayden yang finis di posisi delapan.


1. Dani Pedrosa (Repsol Honda) 1:56.271
2.Casey Stoner (Repsol Honda) 1:56.414
3.Hiroshi Aoyama (San Carlo Honda Gresini) 1:56.444
4.Ben Spies (Yamaha Factory Racing) 1:56.563
5.Jorge Lorenzo (Yamaha Factory Racing) 1:56.682
6.Colin Edwards (Monster Yamaha Tech) 31:56.742
7.Andrea Dovizioso (Repsol Honda) 1:56.780
8.Valentino Rossi (Ducati Marlboro) 1:57.038
9.Nicky Hayden (Ducati Marlboro) 1:57.137
10.Randy De Puniet (Pramac Racing) :57.143
11.Marco Simoncelli (San Carlo Honda Gresini) 1:57.226
12.Alvaro Bautista (Rizla Suzuki MotoGP) 1:57.302
13.Hector Barbera (Mapfre Aspar) 1:57.325
14.Loris Capirossi (Pramac Racing) 1:57.437
15.Karel Abraham (Cardion AB Motoracing) 1:57.499
16.Cal Crutchlow (Monster Yamaha Tech) 31:57.737
17. Toni Elias (LCR Honda MotoGP) 1:58.250
(Okezone)

Wednesday, March 9, 2011

Rossi: Tak Ada Kata Menyerah


Valentino Rossi sadar belum mampu menunjukkan performa terbaiknya bersama tunggangan barunya Ducati. Meski demikian, The Doctor tak lantas pasrah, sebab menurutnya kata menyerah tidak ada dalam kamusnya.

Sejak memutuskan meninggalkan Yamaha dan bergabung dengan Ducati pada akhir musim, Rossi memang belum menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Dalam dua sesi uji coba resmi yang dilakoninya bersama Ducati, The Doctor terbukti belum mampu menjinakkan desmosedici GP11 yang terkenal memiliki keuatan yang ‘liar’.

Terlepas dari masalah klasik, cedera bahu yang belum sepenuhnya pulih, Rossi memang belum mampu memacu kuda besinya itu ke batas maksimum. Terbukti, dalam dua kali sesi uji coba resmi di Sepang, juara MotoGP tujuh kali ini hanya mampu menempati urutan sembilan sebagai pencapaian terbaiknya.

Kondisi ini jelas membuat kubu Ducati dan tentunya Rossi cemas. Pasalnya, dua rival utama Ducati, Repsol Honda dan juara bertahan Yamaha menunjukkan progres yang cukup signifikan. Meski demikian, Rossi enggan menyerah. Selain mengaku bakal menyesuaikan gaya balapnya dengan karakter motor, dirinya bertekad akan terus bersosialisasi dengan awak timnya untuk membuat GP11 lebih mudah dijinakkan.

“Itu (hasil uji coba) tak berarti saya dan tim pasrah dan menyerah. Saya tidak akan pernah menyerah, begitu juga dengan tim saya dan tentunya Ducati,” tegas Rossi sebagaimana dikutip Eurosport, Kamis (10/3/2011).

“Kami punya banyak ide, kami hanya butuh waktu untuk mengerjakan semua itu. Saya juga ingin tahu, bagaimana motor bereaksi di trek lain, mulai dari Qatar (seri pembuka) dan sirkuit lain yang memiliki temperatur berbeda,” tandasnya sambil menegaskan bahwa dirinya bertekad membuat GP11 tampil kompetitif di semua karakter sirkuit.

Sejauh ini, Rossi memang mengakui ada beberapa hal yang masih harus dibenahi timnya untuk mendapatkan motor yang sempurna. Beberapa area yang menurutnya masih perlu dibenahi adalah akselerasi, power mesin, kontrol traksi dan piranti elektronik. (Okezone)

Thursday, March 3, 2011

Lorenzo: Tenaga Jadi Persolan Utama Kami


Jorge Lorenzo mengakui, "power" masih menjadi kendala utama Yamaha untuk menghadapi MotoGP 2011. Karena itu, juara dunia asal Spanyol tersebut mengatakan, mereka harus menunggu berbagai perbaikan agar Yamaha bisa mendekati pencapaian Honda, yang tampil sangat dominan selama tes pra-musim ini.

"Apa yang sedang saya pikirkan sekarang adalah masalah mesin, yang mana persoalan utama adalah kami kehilangan tenaga," ujar Lorenzo kepada Motosprint.

"Kami perlu mendapatkan tenaga yang lebih lagi dan ini adalah sebuah pekerjaan untuk Yamaha lakukan. Kami membutuhkan sebuah mesin yang bisa digeber semaksimal mungkin untuk menghasilkan tenaga besar.

"Semua orang pasti sudah tahu bagaimana para rival kami telah melakukan sebuah langkah besar untuk maju dan mereka memiliki mesin dengan tenaga yang lebih besar."

Meskipun demikian, mantan juara dunia dua kali kelas 250cc ini mengaku tak terlalu khawatir menghadapi situasi sekarang. Hanya saja dia mengakui, perjuangannya untuk mempertahankan gelar perlu kerja keras.

"Saya tahu Yamaha tidak suka dengan situasi ini, sehingga tentu saja para mekanik akan bereaksi," ujar Lorenzo. "Saya tenang, karena dalam hal ini saya tidak bisa melakukan apa-apa untuk mesin: Saya perlu menunggu para mekanik."

Menjawab pertanyaan apakah dia meminta sebuah upgrade tenaga untuk menghadapi seri pembuka di Qatar pada 20 Maret ini, Lorenzo mengatakan: "Tidak, karena itu tidak mungkin. Saya berharap tidak terlalu lama menunggu hingga beberapa seri." (Kompas)

Mengapa Honda Sangat Superior?


Honda tampil sangat impresif selama tes pra-musim MotoGP 2011 di Sepang, Malaysia. Dalam dua kali ujicoba yang berlangsung selama bulan Februari (1-3 dan 22-24), tim asal Jepang tersebut selalu mendominasi dan menempatkan empat pebalapnya di deretan terdepan.

Tak heran jika Honda paling difavoritkan untuk menjadi juara dunia musim ini, setelah mereka terakhir kali menyabet gelar kelas paling bergengsi ini pada 2006 melalui Nicky Hayden. Trio Honda, Casey Stoner, Dani Pedrosa dan Andrea Dovizioso, serta pebalap Gresini Honda, Marco Simoncelli, tak terbendung selama tes di Sepang itu.

Atas hasil tersebut, muncullah sebuah pertanyaan tentang fenomena Honda, yang menjelma jadi tim superior. Apa rahasia yang membuat mereka sulit dikalahkan?

Executive vice president HRC, Shuhei Nakamoto, mengatakan bahwa mereka telah melakukan sejumlah perubahan. Akan tetapi, tak ada perubahan yang ekstrem untuk menghadapi musim 2011.

"Sulit untuk menjelaskannya, tetapi kami sudah mencoba banyak hal," ujar Nakamoto kepada situs resmi MotoGP. "Untuk setiap hal kami sudah lakukan perbaikan, meskipun kecil. Tetapi jika anda bisa menemukan ada 100 hal, maka anda hanya menemukan 10 dari semuanya, itu sepersepuluh.

"Tahun lalu di putaran kedua, hasil kami tidak terlalu bagus sampai kecelakaan di Motegi, ketika Dani (Pedrosa) berusaha mengejar Jorge (Lorenzo). Kami telah menemukan sebuah arah pengembangan, dan kami pertahankan arah itu ke HRC, dengan mesin, suspensi, rem, dan lain-lain. Setiap perubahan kecil dilakukan selangkah demi selangkah, dan sekarang mesin kami terlihat kompetitif, tetapi tentu saja kami harus terus mengembangkannya."

Tentang performa ciamik Honda ini juga diakui Lorenzo. Sang juara dunia mengatakan, apa yang sudah diperlihatkan memberikan gambaran yang jelas bahwa Honda sangat hebat pada tahun ini.

"Empat pebalap Honda berada di depan: itu artinya bahwa motornya sudah banyak mengalami perubahan, meskipun tentu saja hanya satu pebalap yang paling kuat karena yang lainnya berada di belakang," ujar Lorenzo kepada Motosprint.

"Kami sudah berusaha memperbaikinya hampir satu detik dibandingkan dengan 2010. Masalahnya adalah bahwa para rival kami sudah banyak yang berubah. Pada beberapa titik, perbedaan kecepatan sebanyak 8 kilometer per jam. Pada saat ini Honda adalah motor dengan tenaga terkuat; Ducati di posisi dua dan Yamaha ketiga. (Kompas)

Friday, February 25, 2011

Vettel Waspada Massa & Schumi


Performa buruk diperlihatkan Felipe Massa dan Michael Schumacher di musim lalu. Namun, Sebastian Vettel optimistis, dua pembalap senior akan bangkit di musim depan.

Ya, Massa dan Schumi mengalami kesulitan di pentas Formula One (F1) 2010. Bahkan, penampilan kedua pembalap senior tersebut, kalah bersinar ketimbang dua rekan setimnya Fernando Alonso dan Nico Rosberg.

Kendati demikian, Vettel menilai, kasus seperti itu tidak akan menimpa Massa dan Schumi pada F1 2011 yang akan berlangsung Maret ini. Vettel pun tetap mewaspadai kedua pembalapnya tersebut.

“Massa memang tidak mengalami musim 2010 yang bagus, namun pembalap lain seharusnya jangan meremehkannya. Beberapa waktu lalu, Massa hampir memenangkan gelar juara,” ujar Vettel.

“Sementara itu, sejarah Schumi juga terlalu hebat untuk dicoret juga. Saya rasa, kedua pembalap belum melupakan cara membalap,” lanjut pembalap asal Jerman tersebut dikutip Crash, Jumat (25/2/2011).

Sementara itu, Vettel menyebutkan dua pembalap yang akan menjadi rivalnya. Mereka adalah Alonso dan Lewis Hamilton. Menurutnya, Alonso akan menjadi pesaing utamanya di musim baru.

“Alonso tentu akan menjadi pesaing utama. Sementara itu, Hamilton tanpa diragukan tetap menjadi salah satu pembalap terbauik,” tandas juara F1 2010 tersebut. (Okezone)

Thursday, February 24, 2011

Gawat! Rossi Mulai Khawatir


Lama tak memperlihatkan kekhawatirannya, Valentino Rossi akhirnya memberikan sinyal tersebut. "The Doctor" mengungkapkan apa yang dirasakannya tersebut setelah tes resmi hari terakhir di Sepang, Malaysia, Kamis (24/2/2011).

Dalam uji coba terakhir di Sepang, Rossi hanya mampu menempati peringkat 11. Bahkan, waktu yang dicatat peraih tujuh gelar juara dunia MotoGP tersebut terpaut hampir dua detik dari pebalap Repsol Honda, Casey Stoner, yang tampil sangat dominan.

Padahal, pada hari pertama tes ini, Selasa (22/2/2011), Rossi merasa lebih percaya diri ketika dia mampu berada di peringkat sembilan (dengan ban keras) dengan hanya terpaut satu detik dari pebalap terdepan. Namun, pada hari kedua, pebalap Italia ini terpaksa absen karena mengalami gangguan kesehatan.

Nah, pada hari ketiga, performa Rossi justru melorot. Alih-alih bisa memperbaiki catatan waktu untuk bersaing dengan para rivalnya, Rossi malah terpuruk di urutan 11 dan jauh tertinggal dari Stoner. Dia mengalami kesulitan saat menikung dan kehilangan waktu hampir 0,8 detik dari Stoner.

Kini, Rossi tinggal memiliki waktu dua hari untuk memperbaiki segala kekurangan pada Ducati Desmosedici GP11. Pada 13-14 Maret mendatang, dia (dan seluruh pebalap) akan menjalani latihan resmi terakhir di Sirkuit Losail, Qatar, sebelum melakoni debutnya bersama Ducati pada seri perdana MotoGP 2011 di sirkuit tersebut, 18 Maret.

"Hari pertama tidak terlalu buruk karena saya sudah mencapai waktu terbaik dalam tes pertama (awal bulan ini) dan kami hanya tertinggal satu detik dari pebalap terdepan," ujar Rossi.

"Kami agak percaya diri pada hari kedua karena bisa mencoba banyak hal, seperti pengesetan yang berbeda untuk bagian belakang, beberapa sayap, serta suspensi yang berbeda. Saya agak optimistis untuk memperbaiki catatan waktu kami, tetapi sayang kemarin saya tidak bisa tampil sehingga kami kehilangan satu hari, yang membuat semuanya menjadi lebih sulit.

"Meskipun demikian, hari ini saya merasa baik-baik saja. Saya hampir menyelesaikan 60 lap (59 lap) dan banyak bekerja pada motor, tetapi sayang kami tidak mampu menyelesaikan persoalan yang dihadapi.

"Kami tidak terlalu cepat di sejumlah tikungan. Kami mengalami persoalan untuk membelokkan motor sehingga saya selalu harus sangat pelan untuk menikung dengan baik. Saya tidak bisa mengendarai Desmosedici dengan benar.

"Posisinya buruk karena kami hanya berada di peringkat 11, tetapi terutama jarak dengan yang terdepan. Kami agak khawatir. Kami harus bekerja keras untuk memperbaiki performa.

"Absen satu hari menjadi sebuah kerugian, tetapi tidak hanya itu. Maksudku, kami seharusnya bisa membuat motor menjadi sedikit lebih baik, tetapi harus diakui, jarak dengan Honda besar."

Lalu, apakah dengan demikian Rossi pasrah menjelang seri pembuka yang tinggal sebulan lagi? Kepada Crash.net, juara dunia sembilan kali balap motor ini mengatakan bahwa mereka harus bisa menemukan pengesetan yang lebih bagus, tanpa perlu memaksakan diri untuk menambah bagian baru demi memecahkan persoalan.

"Saya pikir, yang harus lebih diperhatikan adalah pengesetan, juga karena sekarang kami hanya punya waktu 20 hari menjelang seri pertama dan kami bekerja dengan materi ini. Kami senang dengan meteri yang ada, kami hanya perlu memahami pengesetannya dan cara mengendarai motor ini," ujar mantan pebalap Yamaha tersebut.

Sebelum menghadapi seri pembuka di Sirkuit Losail, Qatar, Rossi dan para pebalap lainnya akan menjalani tes ketiga sekaligus uji coba terakhir di sirkuit tersebut (Losail). Rossi berharap mereka bisa meraih hasil terbaik demi menjaga reputasi Ducati, yang sangat tangguh di Qatar. (Kompas)