Wednesday, June 6, 2012

Samsung Pamerkan Tablet Hybrid Windows 8


Para vendor mulai unjuk gigi membuat perangkat dengan sistem operasi Windows 8. Seperti Samsung yang baru saja memperkenalkan tablet Windows 8 di arena pameran teknologi Computex, Taiwan.

Pabrikan asal Korea Selatan itu menghadirkan Series 5 Hybrid PC, tablet Windows 8 berukuran 11 inch. Tablet ini mempunyai perangkat keyboard tambahan sehingga ketika disatukan bentuknya menjadi seperti laptop. Penyatuan kedua perangkat memakai sistem magnet.

Seperti dikutip dari Geek, Rabu (6/6/2012), wujud Series 5 Hybrid PC mirip dengan Galaxy Tab 2 10.1. Prosesornya memakai Intel Clover Trail dan baterai diklaim bisa bertahan sampai 9 jam.

Belum banyak detail spesifikasi yang diungkap Samsung mengenai tablet tersebut. Sedangkan waktu peluncurannya diperkirakan menjelang akhir tahun ini, bersamaan dengan rilis versi final Windows 8 oleh Microsoft.

Tablet Windows 8 disebut-sebut mampu menghadirkan perlawanan pada Apple iPad dan Android sehingga cukup banyak vendor besar berencana mengadopsinya. OS Windows 8 memang didesain untuk bekerja sama baiknya di perangkat PC maupun tablet. (Detik)

Transformer Book, Ultrabook yang Layarnya Bisa Dicopot


Jagoan Asus di Computex tak cuma Taichi, notebook yang memiliki dua layar. Satu lagi andalan sang vendor Taiwan adalah Transformer Book. Perangkat ini juga memiliki desain menarik, bahkan diklaim sebagai ultrabook convertible pertama di dunia.

Maksud convertibel di sini adalah memungkinkan pengguna secara instan beralih antara ultrabook dan tablet hanya dengan melepas layarnya. 

Transformer Book ditujukan bagi pengguna yang lebih memilih portabilitas dari komputer tablet multi-touch untuk hiburan, tetapi tetap menginginkan akses ke ultrabook tradisional berbasis Windows untuk memenuhi kebutuhan produktivitas.

Perangkat ini mengusung prosesor Intel Core i7 terbaru dengan grafis mandiri serta dengan penyimpanan SSD dan HDD, dual channel RAM DDR3 4GB, dan USB 3.0. 

Ia juga menggunakan teknologi Asus SonicMaster yang dikembangkan oleh tim Asus Golden Ear untuk menghadirkan suara jernih serta bass yang dalam dan kaya melalui speaker yang terintegrasi di dalamnya. 

Transformer Book juga menggunakan dual camera, sebuah kamera HD menghadap ke depan dan 5MP kamera belakang untuk memungkinkan pengambilan foto dan video chat.

Ultraportable yang sangat ringan ini tersedia dalam ukuran layar Full HD IPS 11, 13 atau 14 inch dengan kemampuan multi-touch. Layar ini bisa dilepaskan dari keyboard qwerty berukuran penuh untuk menjadi sebuah tablet portable. (Detik)

Asus Taichi: 1 Notebook, 2 Layar


Asus dikenal cukup banyak memproduksi komputer atau tablet PC dengan desain inovatif. Dalam perhelatan pameran teknologi Computex yang sedang berlangsung di Taiwan, mereka antara lain memperkenalkan Taichi, gadget perpaduan antara tablet dengan laptop.

Tidak seperti gadget hybrid lainnya, Asus Taichi punya dua layar sekaligus. Layar sentuh kedua tepat berada di bagian belakang layar utama. Jadi ketika ditekuk ke depan, Taichi akan berfungsi menjadi tablet PC.

Layar kedua sudah mendukung multitouch. Selain bisa dioperasikan secara independen, juga bisa menjadi mirror dari layar utamanya.

Menilik spesifikasinya, Taichi adalah perangkat high end dengan prosesor Intel Ivy Bridge Core i7. Terdapat 4GB RAM, micro HDMI, port USB 3.0, storage SSD, dua kamera dan dua layar sentuh Super IPS+Full HD resolusi 1920x1080 pixel.

Prototipe tablet yang mengusung sistem operasi Windows 8 ini memiliki bentang layar 11,6 inch. Kabarnya, juga akan diluncurkan versi 13,3 inch.

"Dua layarnya independen satu sama lain dan juga bisa digunakan secara simultan," demikian keterangan Asus dari ZDNet, Rabu (6/6/2012).

Belum ada informasi berapakah harganya dan kapan akan dipasarkan. Menilik spesifikasinya, kemungkinan besar Asus Taichi akan dibanderol dengan harga yang cukup menjulang.

Simak videonya berikut ini:

http://www.youtube.com/watch?v=3DNQc9rgV9A&feature=player_embedded
(Detik)

Indian Motorcycle Masuk Indonesia Akhir 2013



Pasar sepeda motor Indonesia yang subur telah menggoda berbagai merek untuk datang. Setelah moge Amrik, Victory Motorcycle, kini giliran Indian Motorcycle yang bersiap masuk, akhir 2013. PT Arya Motor Indonesia (AMI) sebagai agen pemegang merek Victory Motorcycle di Indonesia dipercaya untuk memasarkannya. Bisa rangkap begini lantaran Polaris Industries (AS) selaku prinsipal VM sudah mengakuisisi sejak April 2011.
 "Kami juga memegang hak pemasaran Indian Motorcycle dan rencananya, akhir tahun depan bisa mulai memasarkan di sini (Indonesia)," tegas Jusuf Nathan, Managing Director AMI di Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (6/6/2012).
Indian Motorcycle merupakan moge tertua, berasal dari Springfield, Massachusetts, AS sejak 1901 didirikan oleh George M. Hendee dan Carl Oscar Hedstrom. Nama besar sepeda motor ini sudah sangat dikenal para bikers di AS dengan beberapa model kawakan seperti seri "chief vintage"  Chief Dark Horse dan Chief classic.
Maxime Vendereyken, Asia Distribution Manager Polaris Industries menjelaskan, meski belum lama masuk ke dunia otomotif roda dua, perusahaan punya ambisi untuk menjadi salah satu terbesar di dunia. Dalam dua tahun terakhir, Polaris begitu agresif memasarkan Victory Motorcycle dan Indian Motorcycle ke beberapa negara di Asia seperti China dan India.
"Indonesia akan menjadi salah satu fokus utama kita di Asia. Kami percaya, karena terlihat pada dasarnya negara ini adalah negara biker," beber Maxime.
Nah, masuknya Indian Motorcycle di Indonesia bakal menambah pilihan, khususnya bagi penggemar moge. Tapi, sedikit masukan, meskipun naik moge, jangan terus mengenyampingkan peraturan lalu lintas di jalan, dan bersikap arogan! Setuju! (Kompas)

Nokia Rilis 3 Ponsel Asha Tanpa Keyboard Fisik


Nokia meluncurkan 3 ponsel baru seri Asha yang berjalan dengan sistem operasi S40, yakni Asha 305, Asha 306 dan Asha 311. Ketiganya menjadi ponsel S40 pertama yang memiliki fitur full touch screen
Sebelumnya, Nokia seri Asha sudah menerapkan antarmuka touch screen tapi tetap menyertakan "keyboard fisik".


Nokia menyasar segmen anak muda yang haus akan hiburan, terutama game, internet, pesan instan, dan situs jejaring sosial.
Nokia menjanjikan pengguna yang membeli salah satu dari tiga ponsel Asha baru, akan mendapat 40 game gratis dari EA, serta Angry Birds dari Rovio.

Untuk mendukung koneksi internet, Nokia membekali aplikasi peramban Nokia Browser 2.0, yang diklaim dapat mengirit penggunaan data internet hingga 90% dari Nokia Browser versi sebelumnya.
Asha 305 mulai dikapalkan pada kuartal 2 tahun ini. Sedangkan Asha 306 dan Asha 311 baru dikapalkan pada kuartal 3.

Berikut spesifikasi ketiga ponsel Asha baru tersebut:

Nokia Asha 305 dan Asha 306

Nokia-Asha-305
- Layar sentuh 3 inci WQVGA
- Kamera 2MP
- Pemutar musik dan radio FM
- Plug and play untuk memudahkan koneksi ke PC dan transfer data
- Koneksi GPRS dan EDGE
- Nokia Maps dan Nokia Life (hanya di negara tertentu)

Asha 305 dan Asha 306 terlihat sama dari sisi bentuk. Lalu, apa yang membedakan keduanya? Asha 305 memiliki slot dual SIM card, dan akan dibanderol dengan harga 85 dollar AS (belum termasuk pajak).

Sementara Asha 306, dibekali fitur Wi-Fi dan dibanderol seharga 93 dollar AS (belum termasuk pajak). Nokia menyebutkan Asha 306 merupakan ponsel termurah dari Nokia yang dibekali fitur Wi-Fi.

Nokia Asha 311

Nokia-Asha-311
- Layar sentuh 3 inci
- Kamera 3,2MP
- Prosesor 1GHz
- Pemutar musik, radio FM dan radio internet
- Plug and play untuk memudahkan koneksi ke PC dan transfer data
- Nokia Maps dan Nokia Life (hanya di negara tertentu)
- Konektivitas HSPA
- Wi-Fi
- Mendukung jaringan 3.5G
- Dijual dengan harga 121 dollar AS (belum termasuk pajak)

(Kompas)