Wednesday, May 5, 2010

Google Akan Membuka Toko Buku Digital


Mulai pertengahan tahun ini, Google dikabarkan akan mulai menjual buku-buku digital melalui toko buku online yang akan dibukanya. Demikian laporan terbaru CNN mengutip juru bicara perusahaan itu.

Hal itu akan menempatkan Google dalam persaingan pasar e-book yang kini mulai populer. Toko buku online Kindle milik Amazon.com melompat lebih dulu memimpin pasar, tetapi Barnes & Noble juga menyusul dengan merilis e-reader Nook dan Apple baru-baru ini meluncurkan iBookstore untuk iPad.

Google telah bermitra dengan HTC Taiwan untuk mengembangkan sebuah komputer tablet baru untuk menyaingi iPad. Toko buku digital sendiri akan membantu penjualan PC tablet rancangan Google itu dan menjadi pundi-pundi barunya.
Namun dengan layanan baru, yang disebut Google Editions, Google tidak menetapkan layanan itu hanya untuk PC tabletnya sendiri. Tidak seperti beberapa pesaingnya, Google berencana buku digitalnya memungkinkan untuk dibaca pada banyak perangkat lain. Namun, Google Editions, di sisi lain, tidak akan membiarkan pengguna mengunduh buku digital, melainkan hanya bisa diakses melalui browser web dan terhubung ke internet.

Berbeda dengan Amazon.com yang memaksa penerbit memaketkan buku-bukunya dengan format khusus, hanya untuk perangkat Kindle buatannya atau aplikasi Kindle yang di-install ke perangkat lain untuk membaca buku di perpustakaan Amazon. Apple juga menganut apa yang disebut standar industri Epub, di mana buku-buku digital itu hanya bisa dibaca di perangkat Apple atau melalui software buatannya. (Kompas)

Atom Generasi 2 buat 'Smartphone' dan Tablet


Kalau platform berbasis prosesor Intel Atom generasi pertama lebih banyak ditujukan untuk netbook, maka Intel Atom generasi kedua (sebelumnya disebut Moorestown) kali ini ditujukan untuk pasar smartphone dan komputer tablet. Intel resmi menyatakan ketersediaan prosesor Atom generasi kedua dalam paket platform terbaru mulai hari Selasa (4/5/2010).

Platform ini sudah dipartisi ulang untuk memuat prosesor Atom Z6xx. Platform ini menggabungkan core prosesor Atom 45nm dengan grafis 3-D, encode dan decode video, serta pengendali memori dan tampilan dalam rancangan SoC tunggal. Prosesor tersebut berbasis proses daya rendah dan dibuat dengan teknologi 45 nm dengan 140 juta transistor.

Selain itu, platform ini juga memuat Hub Pengendali Platform MP20 yang menunjang beberapa fungsi tingkat sistem dan blok I/O. Platform terbaru juga sudah dilengkapi sebuah Mixed Signal IC (MSIC) tersendiri untuk mengintegrasikan pengiriman daya, pengisian baterai, dan mengonsolidasikan berbagai komponen analog dan digital.

"Intel telah mengantarkan produk pertamanya yang membukakan pintu bagi Intel Arsitektur (IA) dalam segmen pasar smartphone," kata Anand Chandrasekher selaku Senior Vice President Intel dan General Manager Ultra Mobility Group dalam siaran persnya. Platform terintegrasi tersebut mendukung berbagai sistem operasi dan segmen pasar, tidak hanya smartphone, tetapi juga komputer tablet dan perangkat genggam lainnya.

Kemampuannya sekelas platform prosesor PC yang bisa melakukan akses internet cepat, multitasking, menjalankan video kualitas HD 1080p penuh, merekam video HD 720p, grafis 3-D, konferensi video, dan suara multi-poin. Namun, di sisi lain, kebutuhan daya ditekan hingga 50 kali lebih kecil dibandingkan platform generasi sebelumnya, pengurangan kebutuhan daya untuk menjalankan data audio hingga 20 kali lipat lebih kecil dan pengurangan daya selama browsing, serta skenario video sampai 2-3 kali lebih kecil. Dengan penghematan daya ini, perangkat bisa memiliki waktu standby hingga lebih dari 10 hari, pemutaran audio sampai 2 hari, dan daya tahan baterai untuk browsing dan video sampai 5 jam.

Yang mencengangkan lagi, platform baru ini mampu bekerja dengan frekuensi hingga 1,5 GHz untuk smartphone serta sampai 1,9 GHz untuk tablet dan peralatan genggam lainnya. Cip ini juga mendukung Wi-Fi, 3G/HSPA, WiMAX, dan juga berbagai sistem operasi, terutama Android, Meego, dan Moblin. (Kompas)

Prosesor Baru Intel Sasar Android dan MeeGo


Platform berbasis prosesor Intel Atom generasi kedua yang baru diluncurkan Selasa (4/5/2010), membidik pasar smartphone dan komputer tablet yang tengah tumbuh pesat. Bukan tanpa modal Intel masuk ke pasar smartphone dan tablet karena setidaknya dua platform software sudah dikuasainya, Android dan MeeGo (gabungan dari Intel Moblin dan Nokia Maemo).

"Sebagai salah satu enggota pendiri Open Handheld Allaince (OHA), Intel telah bekerja sama dengan Google selama beberapa tahun terakhir dan menyediakan dukungan terhadap platform Android saat diluncurkan," demikian pernyataan Intel yang dirilis Selasa (4/5/2010). OHA merupakan organisasi yang mendukung pengembangan Android beranggotakan vendor software maupun hardware.

Intel menyatakan karakteritik prosesor Intel Atom seri Z6xx yang baru disediakannya bekerja sangat optimal di Android sehingga bisa digunakan di semua jenis perangkat buatan vendor smartphone yang menggunakan sistem operasi tersebut. Prosesor ini dijual dalam bentuk paket platform yang sudah dilengkapi hub pengendali (MP20) dan Mixed Signal IC (MSIC) tersendiri.

"Platform berbasis prosesor Intel Atom telah dioptimalkan untuk menghasilkan kinerja terbaik dan pengalaman berinternet dengan kebutuhan daya sangat rendah pada platform software Moblin 2.1," lanjut pernyataan Intel.

Moblin 2.1 merupakan platform software berbasis open source (Linux) yang dirancang Intel untuk berbagai jenis perangkat genggam. Belum lama ini pengembangan Intel Moblin dan Nokia Maemo yang sama-sama berbasis open source melakukan merger. Intel memastikan platform barunya mendukung penuh MeeGo.

Saat ini pesaing terberat di pasar smartphone adalah ARM yang platformnya banyak dipakai produsen prosesor seperti Qualcomm dengan prosesor Snapdragon 1 GHz. Samsung juga sudah mengembangkan kemampuan sepadan dengan prosesor yang sama-sama berbasis arsitektur ARM. Namun, apakah platform Intel akan segera diserap pasar smartphone? (Kompas)

LG GW990 Harusnya Smartphone Berbasis Intel Pertama


Jika sesuai rencana, LG GW990 seharusnya smartphone berbasis prosesor Intel pertama yang dirilis ke pasaran. Prototipenya diperkenalkan saat Mobile World Congress 2010 di Barcelona, Spanyol beberapa bulan lalu.

Namun, kabar berembus smartphone tersebut batal diproduksi perusahaan elektronik asal Korea Selatan itu. Kabar ini memang belum dikonfirmasi, namun situs teknologi Phone Arena melaporkan, sumber LG menyatakan LG GW990 baru taraf konsep dan belum tentu diproduksi massal.

Sayang memang kalau LG GW990 gagal dibuat. Pasalnya, smartphone tersebut cukup canggih bahkan bisa dibilang setengah tablet dengan layar sentuh 4,8 inci dan resolusi 1024x480 pixel, multi window UI, 3D gaming, HSPA, dan kamera 5 MP. Prosesornya menggunakan platform Moorestown yang baru saja diluncurkan Intel, Selasa (4/5/2010) sebagai seri Z6xx. Saat diperkenalkan di Barcelona, LG GW990 dikatakan akan menggunakan sistem operasi Moblin 2.1 buatan Intel.

Namun, belakanagn Intel dan Nokia membuiat kesepakatan untuk melebut pengembangan platform berbaisis open source keduanya. Intel Moblin dan Nokia Maemo digabung ke dalam platform baru yang diberi nama MeeGo. Sejauh ini, jadwal rilis MeeGo belum bisa dipastikan. Maemo sudah digunakan di perangkat tablet Nokia dan terakhir di smartphone Nokia N900. Moblin sendiri tewas sebelum digunakan.

Apakah LG tetap ngotot memproduksi LG GW990 dengan Moblin, mundur, atau punya rencana baru dengan MeeGo? Lihat saja nanti. (Kompas)

BlackPad, Saingan iPad yang Akan Dirilis RIM?


Rumor mengenai ketertarikan Research In Motion (RIM) untuk terjun ke ranah bisnis tablet PC semakin berhembus panas. Kabar terbaru menyebutkan, tablet PC milik produsen BlackBerry ini diberi nama BlackPad. RIM pun dikabarkan tengah memesan layar berukuran 8,9 inci dalam jumlah cukup besar dari perusahaan teknologi bernama Hon Hai.

Untuk diketahui, Hon Hai merupakan salah satu perusahaan penyuplai komponen iPhone dan produk Apple lainnya. Tak pelak, kabar ini langsung memunculkan spekulasi bahwa RIM tengah menggarap produk komputer tablet.

Situs BBLeaks melaporkan bahwa orang dalam RIM yang tidak disebutkan identitasnya mengatakan perusahaan asal Kanada tersebut tengah mengembangkan komputer tablet yang diberi nama kode BlackPad atau Cobalt.

"Kami mendapat kabar dari salah satu sumber yang sangat dekat dengan RIM, mengatakan bahwa benar, RIM sedang mengerjakan sebuah produk komputer tablet. Namun kami tidak tahu detail lengkap produk yang masih dirahasiakan tersebut," demikian bunyi laporan BBLeaks.

Sumber tersebut hanya mengatakan, komputer tablet ini akan memiliki perawakan yang lebih ramping dan tipis ketimbang iPad, serta memiliki fungsionalitas dan kompatibilitas OS BlackBerry seutuhnya.

Bukti lain yang memperkuat rumor ini yaitu diluncurkannya OS BlackBerry terbaru versi 6.0 yang memiliki banyak fitur untuk mendukung perangkat layar sentuh.

Benar atau tidaknya, masih belum bisa dipastikan. RIM sendiri masih belum memberikan keterangan resmi terkait rumor tersebut. (detik/Ketok)