Tuesday, February 9, 2010

Google Kembangkan Penerjemah Suara Otomatis


Alangkah asyiknya kalau semua orang bisa saling menelepon siapa saja tanpa halangan bahasa. Mimpi inilah yang coba diwujudkan Google dengan mengembangkan translator suara otomatis yang akan menerjemahkan satu bahasa ke bahasa lainnya.

"Kami pikir penerjemah suara ke suara mungkin dan bisa diwujudkan dalam beberapa tahun saja," ujar Franz Och, kepala layanan penerjemah Google seperti dilansir Times Online. Ia percaya penerjemah suara ke suara mungkin silakukan jika tingkat akurasi mesin pengenal suara dan penerjemah bahasa ditingkatkan kemampuannya lagi. Ia katakan Google tengah melakukan riset untuk mewujudkannya dalam beberapa tahun ke depan.

Google saat ini sudah memiliki layanan penerjemah untuk 52 bahasa di sleuruh dunia dengan database yang terus ditambah akurasinya. Selain itu, Google juga memiliki mesin pengenal suara yang saat ini dipakai pada aplikasi layanan pencarian di smartphone.

Sistem yang sedang dikembangkan akan mengombinasikan kedua teknologi dan menggunakan database Google yang aktif mengindeks bahasa dari berbagai situs di seluruh dunia. Namun, diakui tidak mudah membuat mesin penerjemah suara karena setiap penutur punya dialek, aksen, dan cara bicara yang berbeda-beda.

"Namun, mesin pengenal seperti ini akan efektif digunakan di ponsel sebab secara alami sangat personal bagi pemakainya. Ponsel akan mengenali gaya bicara dari rekaman-rekaman suara sebelumnya," ujar Och.

Mesin seperti ini bukanlah yang pertama ada. Apple sudah lebih dulu merilis aplikasi penerjemah suara di iPhone dengan nama Jibbigo meski saat ini baru tersedia untuk penerjemah bahasa Inggris ke Spanyol dan Inggris ke Jepang. Dengan dukungan dana dari Badan Pertahanan AS melalui proyek DARPA, akankah mesin buatan Google akan lebih mumpuni? (Kompas)

Tuesday, February 2, 2010

Infiniti Luncurkan Crossover FX Limited Edition



Infiniti Europe meluncurkan crossover mewah Edisi Terbatas atau Limited Version FX37S dan FX50S. Edisi ini hanya diproduksi 100 unit untuk Eropa dan 18 unit buat Inggris.

Versi FX 37S Limited Edition di Inggris dibandrol £55.855 (sekitar Rp 833,95 juta) dan £62.035 (Rp 926,22 juta ) untuk FX50S.

Infiniti FX37S mengusung mesin V6, 3,7-liter yang mampu menyemburkam tenaga 320 PS. Kemampuannya untuk dikebut 0–100 km/jam, 6,8 detik dan kecepatan tertinggi 233 km/jam.

Sementara tipe FX50S dengan mesin lebih besar V8, 5,0-liter V8 menghasilkan tenaga 390 PS. Infiniti mengklaim FX merupakan SUV teringan di kelas. Kemampuannnya melakukan sprint 0–100 km 5,8 detik dengan kecepatan tertinggi 250 km/jam.


Kedua produk terbatas ini ditawarkan dalam dua warna pilihan Obsidian Black (hitam) dan Moonlight White Pearl Metallic (putih). Untuk membuat penampilannnya gagah dan dinamis, cross over ini dilengkapi pelek 21 inci dan ban 265/45-R21 dengan desain jari-jari khusus

Interior, kental dengan nuansa serat karbon pada dashboard, konsol utama, dan panel pintu. Selain itu juga ditambahan dengan lampu redup, jok berbalut kulit hitam dan sandaran kepala dengan material Alcantara.

Fitur standar, teknologi informasi dan hiburan yang terintegrasi seperti sistem komunikasi dan navigasi. Termasuk 11 speaker Bose Premium Sound System, Michelin Guide, koneksi iPod dan hardisk 10 giga untuk menyimpan ribuan lagu.

Dua jok depan dilengkapi penghangat dan ventilasi. Tambahan lainnya adalah sunroof, keyless entry, start system dan tuas transmisi otomatik 7-percepatan berlapiskan magnesium. (Kompas)

Dimensi
Panjang total
4,87 m
Lebar Total
2,13 m
Jarak sumbu roda
2,89 m
Tinggi total
1,68 n
Berat kendraan
2.012 kg
Kapasitas tangki bensin
90 liter

Gempur Microsoft, Google Bikin Bursa Aplikasi


Google dilaporkan bakal secara totalitas masuk ke bisnis aplikasi mulai Maret mendatang. Layanan Google Apps yang selama ini hanya menyediakan software-software buatannya, dalam waktu dekat akan berubah menjadi bursa yang menerima aplikasi buatan pihak ketiga yang memanfaatkan layanan-layanan yang telah dikembangkan Google.

Berdasarkan sumber yang dilansir Wall Street Journal, Senin (1/2/2010), layanan ini lebih ditujukan untuk konsumen bisnis. Para pengembang dapat menjual aplikasi buatannya dan berbagi keuntungan dengan Google. Selama ini, transaksi bisnis untuk memperoleh aplikasi-aplikasi sejenis dilakukan secara tak langsung melalui layanan Solutions Marketplace.

"Google ke depan akan membebeaskan penggunanya untuk langsung mengakses aplikasi yang telah dibelinya melalui menu di atas tampilan layarnya lewat Gmail atau Google Docs," ujar sumber tersebut. Namun, bagaimana skema penjualannya belum diungkapkan.

Tujuan utama bursa aplikasi ini jelas menyaingi cengekaraman bisnis Microsoft. Selama ini, Google telah memperoleh pelanggan besar di layanan aplikasi berbasis cloud computing itu, antara lain dari Motorola dan Genentech Inc. Namun, banyak perusahaan masih memilih solusi offline Microsoft dengan alasan kelengkapan fitur dan keamanan data. Google membanderol seperangkat layanan aplikasi untuk bisnis dengan harga 50 dollar AS per pengguna per tahun.

Saat ini, Google mengklaim layanan Google Apps mengklaim telah digunakan 2 juta pengguna bisnis baik yang menggunakan veris gratis maupun berbayar. Sementara Microsoft maish jauh lebih besar dengan 500 juta pelanggan Microsoft Office. Nah, apakah dengan menggandeng para pengembang, Google bisa mendongkrak kepercayaan pelanggan sekaligus menutupi kekurangan dan bersaing ketat dengan Microsoft. Lihat saja nanti! (Kompas)

Google Rancang Tablet PC dengan Chrome OS


Tak lama lagi, iPad akan mendapat lawan berat. Google pun kini memperluas pengembangan proyek Chromium-nya untuk menciptakan perangkat tablet sejenis yang bekerja dengan platform atau sistem operasi Chrome OS.

Konsep desain perangkat tablet rancangan Google muncul dalam salah satu halaman situs untuk developer Chrome. Di halaman tersebut ditampilkan foto-foto bentuknya maupun konsep tampilan dasar untuk user interface-nya (UI). Namun, semuanya baru desain awal.

"Ini adalah sebuah konsep UI yang sedang dalam masa pengembangan. Desainnya bisa berubah setiap saat," demikian pernyataan Google yang di bagian atas halaman.

Halaman tersebut menampilkan garis besar tampilan Chrome OS di perangkat tablet. Ada beberapa konsep yang sudah ditawarkan Google dalam tablet tersebut. Antara lain dengan keyboard virtual yang bisa dimodifikasi tergantung kebutuhan apakah satu layar penuh, sesuai ukuran aplikasi yang dibuka, atau dibagi di kanan dan kiri agar menyesuaikan dua tangan. Selain itu, Google juga menawarkan beberapa pengaturan tab untuk membuka lebih dari satu aplikasi. Bisa di pinggir atau saling bersisian

Untuk memperjelas konsep desain tersebut, Google juga menyediakan penjelasan dalam bentuk video yang bebas diunduh dari halaman yang sama. Konsep tersebut didesain oleh Glen Murphy.

Belum ada informasi kapan tablet ini akan tersedia di pasaran. Namun, Google sebelumnya pernah mengumumkan bahwa Chrome OS akan diluncurkan akhir tahun ini. Chrome OS merupakan sistem operasi baru rancangan Google yang dibangun dari platform browser web Chrome. Sistem operasi tersebut sepenuhnya mendukung layanan cloud computing karena semua aplikasi dan data tak disimpan dalam hardisk melainkan di server internet. (Kompas)

Ponsel Qwerty Ramah Lingkungan Sony Ericsson


Popuparitas ponsel Qwerty dalam bentuk bar kini pun dilirik Sony Ericsson dengan meluncurkan Sony Ericsson Aspen yang berbasis platform Windows Phone terbaru versi 6.5.3. Ponsel ini juga masuk dalam kategori Green Heart, yang merupakan kategori ponsel ramah lingkungan yang dikembangkan Sony Ericsson.

"Sony Ericsson Aspen adalah ponsel bisnis yang berprinsip, cocok untuk semua konsumen atau perusahaan yang ingin memilih sebuah solusi ramah lingkungan bagi aktifitasnya kantornya sehari-hari," tutur Djunadi Satrio Head of Marketing Sony Ericsson Indonesia dalam siaran pers, Selasa (2/2/2010).

Sebagai produk ramah lingkungan, Aspen dilengkapi fitur power saving mode yang akan mengonsumsi listrik lebih kecil. Daya baterainya pun bertahan sampai 8 jam untuk penggunaan paling aktif dan hingga 450 jam waktu standby sehingga bisa digunakan seharian tampa harus bolak-balik mengisi ulang.

Selain itu, terdapat aplikasi Eco mate, E-manual, dan Waterborne painting sebagai penunjang identitas ramah lingkungannya. Material yang digunakan juga sudah dipastikan dari bahan yang bisa didaur ulang, khususnya untuk charger, kotak kemasan, dan potensi racun rendah pada bahan-bahan utama lainnya.

Sesuai bentuknya, Aspen didesain untuk alat kerja para profesional. Aspen menyediakan kemudahan email set up memungkinkan untuk memperbanyak pengalaman menulis pesan sambil beraktifitas. Bahkan tersedia pengaman data menggunakan layanan Microsoft MyPhone, yang dapat menghapus data ponsel dari jauh ketika handset hilang atau dicuri.

Fasilitas hiburan dan mutimedianya tidak kalah dengan perangkat sejenis dengan adanya GPS, Google Maps, dan kamera 3,2 megapiksel. Ada juga aplikasi Facebook, Twitter, game tiga dimensi, dan seabrek aplikasi lainnya.

Sony Ericsson Aspen akan tersedia di pasar tertentu dari kuartal ke-2 dalam warna hitam dan putih bersemu perak. Kira-kira mahal enggak ya? (Kompas)